Kesehatan
Azzahra Esa Nabila

Bukan Sekadar Lama Tidur, Remaja Butuh Tidur yang Berkualitas

Bukan Sekadar Lama Tidur, Remaja Butuh Tidur yang Berkualitas

12 Juli 2026 | 14:28

Keboncinta.com-- Banyak remaja menganggap begadang sebagai hal yang biasa. Ada yang tidur larut karena mengerjakan tugas, menonton serial favorit, bermain gim, atau sekadar asyik menggulir media sosial hingga lupa waktu. Akibatnya, pagi hari terasa begitu berat. Rasa kantuk sulit dihilangkan, konsentrasi menurun, dan suasana hati menjadi lebih mudah berubah. Sayangnya, kondisi seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari rutinitas remaja, padahal tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal bahwa ia membutuhkan waktu istirahat yang lebih baik.
Masalahnya bukan hanya soal berapa jam seseorang tidur, tetapi juga bagaimana kualitas tidurnya. Tidur selama delapan jam tidak selalu membuat tubuh segar jika sepanjang malam seseorang sering terbangun atau baru benar-benar terlelap menjelang pagi. Paparan cahaya dari layar ponsel sebelum tidur juga dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur rasa kantuk. Akibatnya, otak tetap merasa waspada meskipun tubuh sudah lelah. Kebiasaan ini perlahan membentuk pola tidur yang berantakan dan sulit diperbaiki jika dibiarkan terlalu lama.
Dampak kurang tidur ternyata jauh lebih luas daripada sekadar rasa mengantuk. Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang berkualitas berperan penting dalam proses belajar, memperkuat daya ingat, serta membantu otak mengolah informasi yang diterima sepanjang hari. Tidak hanya itu, tidur juga memengaruhi kesehatan mental. Remaja yang sering mengalami kekurangan tidur cenderung lebih mudah merasa cemas, emosinya kurang stabil, dan sulit mengendalikan stres. Sistem kekebalan tubuh pun dapat menurun sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit. Di masa pertumbuhan, tidur yang cukup juga mendukung proses perkembangan fisik yang optimal karena berbagai hormon penting bekerja lebih aktif saat seseorang sedang tidur.
Karena itu, menjaga kualitas tidur seharusnya dipandang sebagai investasi untuk masa depan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian. Membiasakan diri tidur pada jam yang sama, mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu istirahat, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Memang tidak mudah mengubah kebiasaan begadang, tetapi perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan produktivitas. 

Tags:
Pola Tidur Kesehatan Tubuh Gaya Hidup Remaja

Komentar Pengguna