Pendidikan
Rahman Abdullah

Bukan Karena Sudah Paham! Ini Penyebab Siswa Jarang Bertanya Saat Pelajaran Berlangsung

Bukan Karena Sudah Paham! Ini Penyebab Siswa Jarang Bertanya Saat Pelajaran Berlangsung

06 Agustus 2026 | 12:17

Keboncinta.com-- Banyak guru pernah menghadapi situasi yang sama ketika proses pembelajaran selesai. Saat kesempatan bertanya dibuka, suasana kelas justru berubah sunyi.

Tidak ada tangan yang terangkat, meskipun dari raut wajah sebagian siswa tampak masih menyimpan kebingungan terhadap materi yang baru saja dipelajari.

Menariknya, setelah pelajaran berakhir, tidak sedikit siswa yang memilih mencari jawaban melalui internet atau berdiskusi dengan teman. Kondisi ini menunjukkan bahwa keheningan di kelas bukan berarti seluruh siswa telah memahami materi.

Ada berbagai faktor yang membuat mereka memilih diam daripada mengajukan pertanyaan secara langsung kepada guru.

Baca Juga: Sekolah Wajib Tahu! Penentuan Penerima BOSP Kinerja Berdasarkan Data Ini

Mengapa Banyak Siswa Takut Bertanya?

Keberanian untuk bertanya dipengaruhi oleh berbagai aspek, mulai dari rasa percaya diri hingga suasana belajar yang tercipta di dalam kelas.

Sebagian siswa merasa khawatir pertanyaan yang diajukan dianggap terlalu sederhana atau justru mengundang tawa dari teman-temannya. Ada pula yang takut dinilai kurang memahami pelajaran sehingga memilih menyimpan kebingungannya sendiri.

Akibatnya, kesempatan untuk memperoleh penjelasan yang lebih mendalam pun terlewatkan dan pemahaman terhadap materi menjadi kurang optimal.

Budaya Belajar Juga Memengaruhi Keberanian Bertanya

Perbedaan budaya pendidikan turut membentuk kebiasaan siswa dalam berinteraksi dengan guru.

Di banyak negara Barat, peserta didik sejak awal dibiasakan menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan aktif mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari proses belajar.

Sebaliknya, di banyak negara Asia, nilai kesopanan dan penghormatan kepada guru sering lebih ditekankan. Kondisi tersebut terkadang membuat sebagian siswa merasa ragu untuk bertanya karena khawatir dianggap mengganggu jalannya pembelajaran.

Baca Juga: Sekolah Wajib Tahu! Penentuan Penerima BOSP Kinerja Berdasarkan Data Ini

Namun demikian, keberanian bertanya tidak hanya dipengaruhi budaya. Lingkungan sekolah, metode mengajar guru, dan kebiasaan yang dibangun di kelas juga memiliki peran yang sangat besar.

Padatnya Materi Membatasi Ruang Diskusi

Berbagai penelitian di bidang pendidikan menunjukkan bahwa kurikulum di banyak negara memuat materi yang cukup padat.

Guru dituntut menyelesaikan berbagai kompetensi dalam waktu yang terbatas sehingga proses pembelajaran sering berorientasi pada penyampaian materi.

Akibatnya, kesempatan berdiskusi menjadi lebih sedikit. Padahal, sesi tanya jawab merupakan bagian penting dalam melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Bertanya Merupakan Keterampilan yang Harus Dibiasakan

Keberanian mengajukan pertanyaan bukanlah kemampuan yang muncul secara instan.

Kemampuan tersebut tumbuh melalui latihan yang dilakukan secara terus-menerus dalam lingkungan belajar yang mendukung.

Semakin sering siswa diberi ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa takut disalahkan, semakin tinggi pula rasa percaya diri mereka untuk aktif berdiskusi selama proses pembelajaran.

Karena itu, budaya bertanya perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari.

Baca Juga: Kemendikdasmen Tegaskan Aturan Baru Sulingjar 2026 bagi Guru yang Mengajar di Lebih dari Satu Sekolah

Peran Guru Sangat Menentukan

Guru memiliki peranan penting dalam menciptakan kelas yang mendorong rasa ingin tahu peserta didik.

Salah satu cara yang efektif adalah mengajukan pertanyaan terbuka yang mengajak siswa berpikir lebih dalam, misalnya dengan meminta mereka memberikan pendapat, menganalisis suatu peristiwa, atau mencari solusi terhadap sebuah permasalahan.

Model pertanyaan seperti ini membantu siswa mengembangkan kemampuan bernalar, menyampaikan argumentasi, dan berani mengemukakan ide tanpa hanya bergantung pada hafalan.

Selain itu, guru juga perlu memberikan apresiasi kepada setiap siswa yang berani bertanya maupun menyampaikan pendapat. Penghargaan sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus membangun budaya diskusi yang sehat di dalam kelas.

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman

Suasana kelas yang nyaman menjadi salah satu faktor utama agar siswa tidak ragu mengajukan pertanyaan.

Kelas hendaknya menjadi ruang yang menghargai setiap pendapat dan pertanyaan, bukan tempat untuk saling mengejek atau menunjukkan siapa yang paling pintar.

Ketika siswa merasa aman secara psikologis, mereka akan lebih berani mengungkapkan rasa ingin tahunya, berdiskusi secara aktif, dan terlibat lebih dalam selama proses pembelajaran berlangsung.

Baca Juga: Peluang PPPK Paruh Waktu Tetap Berkarier di ASN Bergantung pada Evaluasi Kinerja dan Kebutuhan Instansi

Keengganan siswa untuk bertanya bukan berarti mereka tidak memiliki rasa ingin tahu. Rasa malu, kurang percaya diri, budaya belajar, hingga padatnya materi pembelajaran menjadi beberapa faktor yang membuat mereka memilih diam meski belum sepenuhnya memahami pelajaran.

Oleh karena itu, membangun budaya bertanya perlu menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar. Dengan menciptakan lingkungan yang aman, memberikan ruang untuk berpikir kritis, serta menghargai setiap pertanyaan dan pendapat siswa, guru dapat membantu melahirkan peserta didik yang lebih aktif, percaya diri, dan memiliki kemampuan berpikir yang semakin baik.***

Tags:
pendidikan kelas Karakter Siswa

Komentar Pengguna