Kebonncinta.com - Kawasan pesisir Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendadak ramai dipadati ribuan warga. Kehadiran masyarakat dalam gelaran BUMDes Festival Jawa Barat 2026 pada 29–30 Agustus 2026 tersebut diramaikan oleh tradisi santap olahan siput air khas daerah bertajuk "Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna".
Di luar kemeriahan pesta kuliner lokal ini, perhelatan tersebut menyimpan agenda penting. Desa Jagara secara resmi ditetapkan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).
Pengukuhan Desa Jagara ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pj Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib. Prosesi ini turut disaksikan oleh Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, unsur Forkopimda, perwakilan sektor keuangan, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebagai area penyangga destinasi wisata Waduk Darma, Desa Jagara memegang peran penting dalam pergerakan ekonomi di Kecamatan Darma. Potensi pariwisata yang tinggi membuka peluang besar bagi warga untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner, perdagangan, maupun jasa. Namun, derasnya arus ekonomi pariwisata ini dinilai membutuhkan pengelolaan keuangan yang terstruktur agar dampaknya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Pj Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menguatkan perekonomian perdesaan. Ia mengibaratkan kolaborasi ini seperti pembentukan sebuah tim pahlawan super.
Dian menyampaikan bahwa kekuatan utama terletak pada sinergi sebagai sebuah tim (Superteam), bukan perorangan (Superman). Ketika pemerintah, OJK, Bank Indonesia, sektor perbankan, BUMDes, dan warga bergerak bersama, desa akan bertransformasi dari sekadar objek pembangunan menjadi penggerak utama ekonomi.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengimbau agar pendapatan masyarakat dari sektor wisata dipelihara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan pariwisata diukur dari nilai ekonomi yang menetap dan menyejahterakan warga desa, yang perlu diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan serta pengelolaan pengeluaran yang bijak.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menambahkan bahwa konsep Desa EKI menerapkan metode *product matching*. Pendekatan ini menghubungkan kebutuhan transaksi, tabungan, hingga akses modal usaha UMKM secara langsung dengan produk jasa keuangan formal yang terpercaya, sekaligus meminimalkan risiko kerugian finansial bagi masyarakat.
Melalui integrasi antara potensi wisata Waduk Darma, kearifan lokal, dan pemahaman finansial yang memadai, Desa Jagara diproyeksikan mampu tumbuh menjadi salah satu penopang baru bagi perekonomian Jawa Barat dan nasional. (swd)