Parenting
Rahman Abdullah

Ingin Lebih Dekat dengan Anak? Biasakan Ajukan 7 Pertanyaan Ini Setelah Pulang Sekolah

Ingin Lebih Dekat dengan Anak? Biasakan Ajukan 7 Pertanyaan Ini Setelah Pulang Sekolah

31 Agustus 2026 | 17:03

Keboncinta.com-- Membangun hubungan yang dekat dan hangat dengan anak merupakan salah satu hal penting dalam mendukung proses tumbuh kembang mereka. Kedekatan dengan orangtua dapat membuat anak merasa diterima, dihargai, sekaligus memiliki tempat yang nyaman untuk menyampaikan cerita.

Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan orangtua adalah mengajak anak berbincang setelah pulang sekolah. Tidak harus membahas sesuatu yang berat, percakapan ringan tentang kegiatan anak selama di sekolah justru dapat menjadi pintu masuk menuju komunikasi yang lebih terbuka.

Menanyakan pengalaman anak di sekolah bukan hanya bertujuan mengetahui aktivitas mereka sepanjang hari. Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan emosional, mempererat hubungan, sekaligus membantu anak belajar menceritakan pengalaman serta perasaannya.

Karena itu, orangtua tidak harus selalu menggunakan pertanyaan umum seperti, “Bagaimana sekolah hari ini?” Ada banyak pertanyaan sederhana yang lebih spesifik dan dapat membuat anak tertarik untuk bercerita.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dicoba ketika anak sudah pulang sekolah.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Berpeluang Naik Status pada 2027, Anggaran Rp31 Triliun Mulai Jadi Perhatian Pemerintah

1. Apa yang Membuatmu Senang Hari Ini?

Pertanyaan ini dapat membantu anak mengingat kembali kejadian menyenangkan yang mereka alami selama berada di sekolah.

Ketika orangtua menunjukkan ketertarikan terhadap hal yang membuat anak bahagia, anak dapat merasa bahwa pengalaman mereka penting dan orangtuanya benar-benar ingin mendengarkan.

Dari pertanyaan sederhana tersebut, percakapan pun dapat berkembang menjadi cerita yang lebih panjang mengenai kegiatan anak.

2. Apa yang Membuatmu Bangga Hari Ini?

Orangtua juga dapat menanyakan sesuatu yang membuat anak merasa berhasil atau bangga terhadap dirinya sendiri.

Hal yang dibanggakan anak tidak harus selalu berupa nilai bagus atau prestasi akademik. Bisa jadi mereka merasa bangga karena mampu menyelesaikan tugas, membantu teman, berani menjawab pertanyaan guru, atau berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit.

Memberikan apresiasi terhadap usaha anak dapat membantu membangun kepercayaan diri mereka.

Baca Juga: Rp31 Triliun Disiapkan untuk PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Kesejahteraan Guru dan Beban APBN Jadi Sorotan

3. Apa Ada Hal yang Terasa Sulit Hari Ini?

Hari di sekolah tidak selalu berjalan menyenangkan. Anak mungkin mengalami kesulitan memahami pelajaran, mendapat tugas yang cukup menantang, atau menghadapi masalah dengan teman.

Dengan mengajukan pertanyaan tersebut, orangtua memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan kendala yang dialaminya.

Jawaban anak juga dapat menjadi petunjuk bagi orangtua untuk mengetahui apakah mereka membutuhkan bantuan, dukungan, atau sekadar seseorang yang mau mendengarkan.

4. Ada Aktivitas, Lagu, atau Cerita yang Ingin Kamu Ulangi di Rumah?

Pertanyaan ini dapat digunakan untuk mengetahui hal-hal yang menarik perhatian anak selama belajar dan bermain di sekolah.

Jika anak menyukai aktivitas, lagu, atau cerita tertentu, orangtua dapat mencoba mengembangkannya menjadi kegiatan bersama di rumah.

Cara tersebut membuat pengalaman anak di sekolah dapat berlanjut dalam suasana keluarga yang lebih santai dan menyenangkan.

5. Kalau Dinilai 1 sampai 10, Seberapa Seru Harimu?

Menggunakan angka dapat membuat percakapan bersama anak terasa seperti permainan kecil.

Orangtua bisa meminta anak memberikan nilai untuk hari yang baru saja mereka lalui. Setelah anak menjawab, percakapan dapat dilanjutkan dengan pertanyaan seperti, “Kenapa nilainya 8?” atau “Apa yang membuat nilainya belum 10?”

Dari jawaban tersebut, orangtua bisa mendapatkan gambaran mengenai suasana hati sekaligus pengalaman yang dialami anak sepanjang hari.

Baca Juga: TKA 2026 Tak Lagi 60 Menit, Durasi Pengerjaan Murid SMA SMK Kini Menjadi 75 Menit

6. Siapa Teman yang Paling Seru Diajak Bermain Hari Ini?

Cerita tentang teman dapat membantu orangtua mengetahui kehidupan sosial anak di sekolah.

Anak mungkin akan bercerita mengenai teman yang bermain bersamanya, permainan yang dilakukan, atau pengalaman lain bersama teman-temannya.

Pembicaraan seperti ini dapat membantu orangtua memahami bagaimana anak menjalin pertemanan dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

7. Apa yang Kalian Lakukan Bersama? Siapa yang Saling Membantu?

Pertanyaan ini dapat menggali pengalaman anak ketika bekerja sama dengan teman-temannya.

Orangtua bisa mengetahui apakah anak membantu teman atau justru mendapatkan bantuan ketika menyelesaikan suatu kegiatan.

Selain mengetahui pengalaman sosial anak, percakapan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai kerja sama, kepedulian, dan kebiasaan saling membantu.

Percakapan Singkat Bisa Membuat Anak Lebih Terbuka

Membangun komunikasi dengan anak sepulang sekolah tidak harus dilakukan melalui percakapan yang panjang. Beberapa pertanyaan sederhana sudah cukup untuk menjadi awal terciptanya hubungan yang lebih dekat.

Hal yang tidak kalah penting adalah cara orangtua mendengarkan. Ketika anak bercerita, berikan perhatian dan hindari terburu-buru menghakimi, menyalahkan, atau langsung memberikan nasihat.

Baca Juga: Lulusan D3 hingga Profesi Bisa Daftar Magang LAN 2026, Ratusan Posisi dan Beragam Benefit Menanti

Anak yang terbiasa merasa didengarkan dan diterima akan lebih mudah menjadikan orangtua sebagai tempat bercerita. Bukan hanya ketika mengalami hal menyenangkan, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan atau masalah.

Karena itu, membiasakan percakapan kecil setelah anak pulang sekolah dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun hubungan orangtua dan anak yang semakin kuat.***

Tags:
Pola Asuh Anak Orang Tua Tips Parenting

Komentar Pengguna