Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Belanja Sambil Menonton: Mengapa Live Commerce Begitu Sulit Dilewatkan?

Belanja Sambil Menonton: Mengapa Live Commerce Begitu Sulit Dilewatkan?

24 Juni 2026 | 11:42

Keboncinta.com-- Pernah berniat hanya melihat-lihat produk selama lima menit, tetapi tiba-tiba satu jam berlalu tanpa terasa? Fenomena ini semakin sering terjadi sejak live commerce menjadi bagian dari kehidupan digital sehari-hari. Kini, berbelanja tidak lagi sekadar mencari barang dan membandingkan harga. Banyak orang justru menikmati prosesnya: menonton host berbicara, melihat demonstrasi produk secara langsung, membaca komentar penonton lain, hingga menunggu momen diskon dadakan yang muncul tanpa peringatan. Aktivitas yang dulu dianggap kebutuhan kini perlahan berubah menjadi hiburan.

Di balik popularitasnya, live commerce sebenarnya memadukan dua hal yang sangat disukai manusia: interaksi sosial dan rasa penasaran. Ketika seseorang berbelanja melalui toko online biasa, pengalaman yang didapat cenderung pasif. Sebaliknya, live commerce menghadirkan suasana yang lebih hidup. Penonton bisa bertanya, meminta produk diperlihatkan dari berbagai sudut, bahkan berinteraksi langsung dengan penjual. Situasi ini menciptakan kesan seolah-olah mereka sedang berada di toko fisik, meskipun sebenarnya hanya menatap layar ponsel. Ditambah lagi, adanya promo terbatas dan stok yang disebut-sebut hampir habis membuat banyak orang merasa harus segera mengambil keputusan.

Menariknya, daya tarik live commerce tidak hanya berasal dari produknya. Sering kali, penonton bertahan karena menikmati kepribadian host yang menghibur. Beberapa orang bahkan mengikuti siaran tertentu bukan karena ingin membeli sesuatu, melainkan karena merasa terhibur oleh cara host bercerita, bercanda, atau berinteraksi dengan audiens. Dalam kondisi ini, produk menjadi bagian dari pertunjukan. Teknologi memungkinkan pengalaman belanja yang lebih personal, sementara algoritma platform terus menyajikan siaran yang sesuai dengan minat pengguna. Akibatnya, batas antara hiburan dan konsumsi menjadi semakin tipis. Tanpa disadari, seseorang bisa masuk ke sebuah siaran hanya karena penasaran, lalu keluar dengan keranjang belanja yang sudah terisi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara kita membeli barang, tetapi juga mengubah alasan kita berbelanja. Jika dulu orang membeli karena membutuhkan sesuatu, kini banyak keputusan pembelian lahir dari pengalaman yang menyenangkan dan interaktif. Live commerce berhasil menjadikan aktivitas belanja terasa lebih manusiawi di tengah dunia digital yang serba cepat.

Tags:
Tren Belanja Generasi Digital Gen Milenial Wajib Tau!

Komentar Pengguna