Berita
Admin

Awal Puasa Ramadhan 2026 Ditentukan Lewat Sidang Isbat, Ini Tahapannya

Awal Puasa Ramadhan 2026 Ditentukan Lewat Sidang Isbat, Ini Tahapannya

03 Februari 2026 | 12:43

Keboncinta.com-- Penentuan awal puasa Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan proses penting yang memiliki nilai religius, sosial, dan administratif bagi umat Islam di Indonesia.

Untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyiapkan mekanisme resmi yang akan menjadi rujukan nasional.

Sebagaimana tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, pemerintah menggelar sidang isbat sebagai forum resmi penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Sidang ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, tetapi juga menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), para pakar astronomi dan ilmu falak, BMKG, DPR RI, Mahkamah Agung, hingga perwakilan negara-negara sahabat dari dunia Islam.

Baca Juga: Uji Materi Nikah Beda Agama Ditolak MK, Pasal UU Perkawinan Tak Berubah

Keterlibatan lintas lembaga tersebut bertujuan memastikan bahwa keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus sejalan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Secara umum, sidang isbat dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah pemaparan data hisab, yakni perhitungan astronomi terkait posisi bulan.

Tahap kedua berupa verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di puluhan titik pemantauan di berbagai wilayah Indonesia.

Tahap terakhir adalah musyawarah penetapan yang hasilnya diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

Seluruh rangkaian proses tersebut mengacu pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 yang menjadi landasan hukum penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Indonesia.

Baca Juga: MK Tegaskan Nikah Beda Agama Tak Bisa Dicatat Negara, Uji Materi UU Perkawinan Ditolak

Kementerian Agama memastikan bahwa sidang isbat awal Ramadhan 1447 H akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pemerintah tetap konsisten menggunakan pendekatan gabungan antara metode hisab dan rukyatul hilal.

Untuk mendukung proses tersebut, Kemenag akan menurunkan tim pemantau hilal ke lebih dari 30 titik strategis di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, perbedaan metode penentuan awal Ramadhan juga masih menjadi bagian dari dinamika keilmuan Islam di Tanah Air.

Baca Juga: Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini, Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Cirebon Bina Siswa di Lingkungan Sekolah

Muhammadiyah, misalnya, menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi murni tanpa menunggu hasil pengamatan visual.

Berdasarkan metode tersebut, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) tetap menggunakan metode kombinasi antara hisab dan rukyatul hilal.

Dengan pendekatan ini, keputusan resmi awal Ramadhan baru dapat ditetapkan setelah proses pengamatan hilal selesai dilakukan.

Sidang isbat biasanya dimulai pada sore hari dan berlanjut hingga malam, bertepatan dengan waktu terbenamnya matahari yang menjadi momen krusial dalam observasi hilal.

Baca Juga: Salah Tafsir Pernyataan Sekjen, Kanwil Kemenag Tegaskan Komitmen Negara

Hasil sidang ini sangat dinantikan masyarakat karena menentukan pelaksanaan salat tarawih serta dimulainya ibadah puasa.

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama serta Almanak NU 2026, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Secara astronomis, ijtimak diprediksi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 siang hari, namun posisi hilal saat matahari terbenam diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas. Kondisi ini memperkuat peluang bahwa awal Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026.***

Tags:
berita nasional Khazanah Islam Puasa Ramadhan

Komentar Pengguna