Berita
Admin

Wamenag dan Badan Gizi Nasional Sepakat Percepat Pemerataan Makan Bergizi Gratis di Pesantren

Wamenag dan Badan Gizi Nasional Sepakat Percepat Pemerataan Makan Bergizi Gratis di Pesantren

20 November 2025 | 14:31

Keboncinta.com-- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan komitmen kuat Kementerian Agama untuk memastikan seluruh santri di Indonesia mendapatkan akses penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komitmen tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, pada Rabu (19/11/2025).

“Kementerian Agama akan bergerak cepat. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun santri yang tertinggal dalam program makan bergizi gratis. Pesantren itu bagian penting dari pendidikan nasional, dan pemenuhan gizi mereka menjadi prioritas bersama,” tegas Wamenag.

Romo Syafi’i menjelaskan bahwa Kemenag segera melakukan pemetaan menyeluruh untuk mengidentifikasi pesantren yang belum terlayani program MBG. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas unit akan dipercepat agar distribusi program dapat berjalan tepat sasaran.

Baca Juga: Si Manis yang Menyegarkan dan Penuh Kebaikan untuk Tubuh, Berikut ini Manfaat Buah Naga yang Belum Kamu Ketahui!

“Kami akan berkoordinasi dengan tim terkait dan menelusuri lebih lanjut tentang hal ini. Kita akan memastikan distribusi program berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menyebutkan bahwa hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pekan sebelumnya menunjukkan cakupan MBG di kalangan santri masih sangat rendah.

“Dalam RDP minggu lalu disebutkan ada 11 juta santri di Indonesia, dan yang baru dapat MBG itu 2%. Kita mau telusuri nanti di mana saja pesantren-pesantren yang belum ada MBG-nya. Itu yang akan kita kerja samakan dengan Kementerian Agama supaya seluruh anak-anak pondok pesantren ini dipastikan mendapatkan makan bergizi gratis,” jelasnya.

Nanik juga menyoroti pentingnya pembangunan dapur pesantren sebagai fondasi utama penyediaan makanan bergizi. Ia menjelaskan bahwa pesantren di wilayah 3T diperbolehkan membangun dapur secara mandiri, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Baca Juga: Prabowo Resmikan RS Jantung Super Modern, Tegaskan Revolusi Layanan Kesehatan Nasional

“Anak-anak pondok ini tidak boleh berbeda, mereka harus dapat MBG di mana pun mereka berada. Kalau mereka ada di wilayah 3T, mereka diperbolehkan untuk membangun sendiri dapurnya dan dapurnya akan dibiayai negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dapur dapat dilakukan oleh pesantren, investor, masyarakat, maupun yayasan, selama memastikan kelancaran penyediaan makanan bagi santri.

Koordinasi lintas kementerian, lanjut Nanik, akan terus diperkuat. “Minggu depan akan kami lanjutkan. Wamen akan membawa tim untuk urusan MBG pondok pesantren dan madrasah,” katanya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional dalam mempercepat pemenuhan gizi santri dan siswa madrasah di seluruh Indonesia.

Semangat kolaboratif ini diharapkan dapat memperluas pemerataan akses makan bergizi di lingkungan pendidikan keagamaan.***

Tags:
berita nasional kemenag pesantren MBG

Komentar Pengguna