Keboncinta.com-- Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 mulai menjadi perhatian serius pemerintah setelah berbagai evaluasi muncul dari sejumlah daerah. Salah satu persoalan yang paling banyak mendapat sorotan adalah durasi ujian yang dinilai terlalu panjang sehingga dianggap membebani sekolah maupun peserta didik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengakui bahwa sistem pelaksanaan TKA dalam empat gelombang selama dua pekan menjadi catatan penting yang perlu diperbaiki. Pemerintah kini tengah mengkaji langkah agar pelaksanaan asesmen dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema baru yang lebih sederhana serta mudah diterapkan di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan keterbatasan fasilitas.
Baca Juga: TKA 2026 Bukan Sekadar Ujian, Ini Alasan Nilainya Bisa Tentukan Arah Pendidikan Siswa
TKA 2026 Berpotensi Hanya Digelar Dua Gelombang
Sebagai tindak lanjut dari berbagai masukan, pemerintah mulai mempertimbangkan penyederhanaan pelaksanaan ujian menjadi dua gelombang saja di setiap jenjang pendidikan.
Skema baru ini dinilai mampu mengurangi beban teknis di sekolah sekaligus mempermudah pelaksanaan TKA di berbagai wilayah. Selain itu, penyederhanaan jadwal diharapkan membuat siswa tidak terlalu lama terfokus pada agenda ujian sehingga kegiatan belajar tetap berjalan optimal.
Dengan perubahan tersebut, pemerintah berharap TKA tidak lagi berlangsung terlalu panjang dan mengganggu ritme pembelajaran siswa.
Mata Pelajaran TKA Juga Bisa Bertambah
Tak hanya pola pelaksanaan, pemerintah juga mulai mengevaluasi substansi materi ujian. Sejumlah pengembangan tengah dipertimbangkan agar hasil TKA mampu menggambarkan kompetensi siswa secara lebih lengkap.
Dalam evaluasi terbaru, pemerintah membuka peluang penambahan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk jenjang SD. Sementara di tingkat SMP, terdapat wacana penambahan IPA dan Bahasa Inggris untuk memperluas cakupan pengukuran kemampuan akademik peserta didik.
Langkah ini bertujuan agar TKA tidak hanya menilai kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait kompetensi akademik siswa.
Pemerintah Ingin TKA Lebih Efektif dan Tepat Sasaran
Melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem TKA 2026, pemerintah berharap pelaksanaan asesmen dapat menjadi lebih efisien, tidak memberatkan sekolah, dan tetap mampu memberikan data akademik yang akurat.
Dengan skema yang lebih sederhana serta kemungkinan materi yang lebih luas, TKA diharapkan mampu menjadi alat ukur pendidikan yang lebih relevan untuk membantu pengembangan kualitas belajar siswa di masa depan.***