Keboncinta.com-- Ada ironi yang diam-diam dirasakan sebagian pencari kerja: sudah punya pendidikan tinggi, pengalaman organisasi, bahkan keterampilan tambahan tetapi tetap sulit mendapatkan pekerjaan. Bukan karena kurang, melainkan dianggap terlalu.
Fenomena ini sering disebut sebagai overqualified.
Sekilas terdengar seperti kelebihan. Namun dalam praktiknya, kondisi ini bisa menjadi hambatan. Beberapa perusahaan justru ragu merekrut kandidat yang dianggap memiliki kualifikasi di atas kebutuhan posisi. Alasannya beragam. Ada kekhawatiran kandidat akan cepat bosan, tidak betah, atau segera mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan kapasitasnya. Ada juga pertimbangan soal ekspektasi gaji yang dianggap lebih tinggi. Akhirnya, peluang yang seharusnya terbuka justru tertutup.
Dalam perspektif Psikologi, kondisi ini bisa memengaruhi kepercayaan diri. Seseorang yang merasa sudah “cukup” secara kemampuan, tetapi terus mendapat penolakan, bisa mulai meragukan dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan pun muncul: Apakah aku terlalu tinggi? Atau justru tidak cukup?
Di sisi lain, fenomena ini juga berkaitan dengan dinamika pasar kerja.
Lalu, apa yang bisa dilakukan?
Salah satu pendekatan adalah menyesuaikan cara menyampaikan diri. Bukan berarti menyembunyikan kemampuan, tetapi menekankan relevansi. Menunjukkan bahwa meskipun memiliki kualifikasi lebih, kita tetap siap belajar, beradaptasi, dan berkomitmen pada posisi yang dilamar. Fleksibilitas juga menjadi penting. Membuka diri terhadap berbagai jenis pekerjaan, termasuk yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan latar belakang, bisa menjadi langkah awal. Pengalaman baru tetap bernilai, selama memberi ruang untuk berkembang.
Selain itu, penting untuk tetap menjaga perspektif.
Menjadi overqualified bukan berarti tidak dibutuhkan. Ia hanya berarti belum menemukan tempat yang tepat. Perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus. Ada fase di mana seseorang harus menyesuaikan, menunggu, bahkan mengulang langkah. Dan meskipun terasa tidak adil, proses ini sering kali menjadi bagian dari pembentukan diri. Karena bukan hanya soal seberapa tinggi kualifikasi kita, tetapi juga tentang bagaimana kita menemukan tempat yang benar-benar membutuhkan kemampuan tersebut.