Keboncinta.com-- Stadion Galuh Ciamis mulai dipadati ribuan jamaah jelang pukul 19.00 WIB. Masyarakat yang didominasi mengenakan busana putih tampak berbondong-bondong memasuki area stadion untuk mengikuti Shalawat Kebangsaan, sebuah agenda religius yang menjadi bagian dari peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tahun 2025.
Kegiatan akbar yang digelar di tanah Galuh ini mengangkat tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Sejak awal acara, nuansa religius dan kebersamaan begitu terasa, mencerminkan semangat persatuan umat dalam bingkai kebangsaan.
Suasana semakin khusyuk ketika lantunan shalawat menggema di seluruh stadion. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pimpinan Majelis Taklim Ahbabul Musthofa dari Solo, Jawa Tengah, memimpin ribuan jamaah melantunkan shalawat dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana yang syahdu dan menenangkan.
Baca Juga: John Herdman Resmi Latih Timnas Senior, Era Baru Sepak Bola Indonesia Dimulai
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI, Romo H. Muhammad Syafi’i, menyampaikan rasa syukur atas usia Kementerian Agama yang telah mencapai 80 tahun.
Ia menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT.
“Shalawat adalah ibadah. Saat kita bershalawat, sejatinya kita sedang menjalankan perintah Allah SWT,” ujar Romo Muhammad Syafi’i di hadapan jamaah, Jumat (9/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa manfaat shalawat tidak hanya kembali kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kepada orang-orang yang melantunkannya.
Baca Juga: Dewi Aminah Jadi Inspirasi Perempuan Pengusaha, UMKM Iswara Food Solo Bangkit Bersama BRI
Menurutnya, sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan bangsa hanya dapat terwujud jika para pemimpin dan rakyat bersatu.
“Malam ini kita membuktikan kebersamaan itu. Kita bersatu dalam shalawat demi Indonesia yang maju dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, menjelaskan bahwa Shalawat Kebangsaan ini juga menjadi momentum doa bersama bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk masyarakat yang terdampak musibah di wilayah Sumatra dan Aceh.
“Mari kita panjatkan doa agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ungkapnya.
Dudu Rohman berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi Indonesia, khususnya Jawa Barat, serta memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk dalam menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Baca Juga: Mantap! 15 Wasit Indonesia Masuk Daftar Resmi FIFA 2026, Ada Nama Baru dan Pencapaian Pertama
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kemenag se-Jawa Barat, unsur Forkopimda, wali kota dan bupati, pimpinan pondok pesantren, para santri, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan.***