Keboncinta.com-- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, kampus keagamaan juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof. Kamaruddin Amin, saat meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan masyarakat.
Baca Juga: Pesantren Kebon Cinta Bikin Kaget, Sekolah Gratis Tanpa Uang Gedung dan Daftar Ulang
Dalam pembinaan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di UIN Salatiga, Prof. Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi harus diwujudkan secara nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai kampus Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami kondisi sosial di sekitarnya.
Menurutnya, PTKIN harus mampu mencetak ulama dan cendekiawan yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat, sekaligus aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi kehidupan publik.
Sekjen Kementerian Agama menekankan bahwa aktivitas pengabdian masyarakat tidak boleh sekadar menjadi pelengkap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebaliknya, kegiatan tersebut harus dirancang agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, pendampingan, penelitian terapan, maupun inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh PTKIN untuk terus mengevaluasi relevansi kurikulum serta memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.
Baca Juga: Kalender Pelaksanaan TKA SMA 2026 Dirilis, Pendaftaran hingga Pengumuman Hasil Sudah Dijadwalkan
Menjawab tantangan tersebut, UIN Salatiga mengambil langkah strategis dengan meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Kehadiran fakultas baru ini menjadi bagian dari pengembangan kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Fakultas Saintek dirancang untuk mendukung konsep Green Wasathiyah Campus, yaitu model pengembangan perguruan tinggi yang mengedepankan keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy, menjelaskan bahwa pembukaan Fakultas Saintek merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui pengelolaan perguruan tinggi yang bersih, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui fakultas baru tersebut, UIN Salatiga berharap mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik tinggi sekaligus bertanggung jawab terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.
Optimisme UIN Salatiga dalam mengembangkan Fakultas Sains dan Teknologi juga didukung oleh capaian akademik yang telah diraih di tingkat internasional.
Kampus ini dikenal memiliki budaya penelitian yang kuat, termasuk melalui jurnal ilmiah yang memperoleh pengakuan global. Salah satunya adalah jurnal IJIMS yang mampu mempertahankan peringkat Q1 Scimago selama delapan tahun berturut-turut.
Selain itu, jurnal IJTIHAD juga menjadi salah satu publikasi ilmiah yang memperoleh reputasi internasional.
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan riset sains yang diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan budaya akademik yang kuat, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Salatiga diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang menghasilkan inovasi aplikatif.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, fakultas ini juga diarahkan untuk melahirkan berbagai solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi UIN Salatiga untuk membangun perguruan tinggi yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan kepedulian sosial.
Baca Juga: Panduan Lengkap MPLS Ramah SMA/SMK 2026, Simak Jadwal dan Kegiatan Hari Pertama hingga Penutupan
Pesan yang disampaikan Sekjen Kementerian Agama menjadi pengingat bahwa peran PTKIN tidak berhenti pada penyelenggaraan pendidikan dan penelitian semata. Perguruan tinggi keagamaan juga dituntut menjadi mitra strategis masyarakat melalui pengabdian yang lebih nyata dan inovatif.
Peresmian Fakultas Sains dan Teknologi di UIN Salatiga menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab tantangan tersebut.
Dengan memadukan sains, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian terhadap lingkungan, kampus diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.***