Sejarah
Admin

Sejarah Kejatuhan Baghdad 1258: Serangan Mongol dan Runtuhnya Abbasiyah

Sejarah Kejatuhan Baghdad 1258: Serangan Mongol dan Runtuhnya Abbasiyah

24 Maret 2026 | 19:42

Keboncinta.com-- Pada tahun 1258 M, Baghdad yang saat itu menjadi pusat kekuasaan dan peradaban Islam mengalami kehancuran besar akibat invasi bangsa Mongol.

Peristiwa ini menjadi titik balik sejarah yang menandai runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah serta mengguncang dunia Islam secara luas.

Selama berabad-abad, Kekhalifahan Abbasiyah yang berdiri sejak 750 M dikenal sebagai salah satu pusat kemajuan ilmu pengetahuan, budaya, dan perdagangan.

Masa keemasan ini terutama terjadi di bawah kepemimpinan khalifah seperti Harun al-Rasyid dan Al-Ma'mun, yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan intelektual.

Baca Juga: Cara Bayar UTBK SNBT 2026: Panduan Lengkap via BRI dan BNI Anti Gagal

Namun, memasuki abad ke-13, kekuasaan Abbasiyah mulai melemah. Konflik internal, perebutan kekuasaan, serta tekanan dari berbagai kekuatan luar membuat stabilitas pemerintahan semakin rapuh.

Di sisi lain, bangsa Mongol di bawah kepemimpinan Genghis Khan telah memperluas wilayah kekuasaannya secara agresif.

Setelah wafatnya Genghis Khan, ekspansi dilanjutkan oleh cucunya, Hulagu Khan, yang memimpin pasukan menuju wilayah Barat, termasuk Persia dan Mesopotamia.

Pada tahun 1258 M, Hulagu Khan melancarkan serangan besar ke Baghdad yang saat itu dipimpin oleh khalifah Al-Musta'sim.

Meski memiliki benteng kuat dan sistem pertahanan yang cukup maju, Baghdad tidak mampu menahan kekuatan militer Mongol yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka 25 Maret, Ini Syarat dan Tips Daftar Tanpa Kendala

Setelah pengepungan selama beberapa minggu, pasukan Mongol berhasil menembus pertahanan kota. Pada 10 Februari 1258, Baghdad jatuh sepenuhnya ke tangan Mongol.

Setelah berhasil menguasai kota, pasukan Mongol melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk. Khalifah Al-Musta'sim ditangkap dan dieksekusi, menandai berakhirnya kekuasaan Abbasiyah di Baghdad.

Selain korban jiwa, kehancuran juga menimpa pusat-pusat ilmu pengetahuan. Salah satu yang paling terkenal adalah Bait al-Hikmah, yang selama ini menjadi pusat penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan dunia Islam.

Banyak manuskrip berharga dan karya ilmiah musnah dalam peristiwa tersebut.

Dampak dari kejatuhan Baghdad sangat besar, baik secara politik maupun budaya. Secara politik, dunia Islam kehilangan pusat kekuasaan utamanya.

Baca Juga: Gaji PNS April 2026 Cair, Ini Rincian Gaji Pokok dan Tunjangan Lengkap

Meski demikian, beberapa wilayah masih mempertahankan pemerintahan secara mandiri setelah runtuhnya Abbasiyah.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, kehancuran ini menghentikan banyak perkembangan penting di berbagai disiplin seperti matematika, kedokteran, dan filsafat.

Kehilangan karya-karya ilmiah yang tak ternilai menjadi pukulan besar bagi peradaban saat itu.

Meski Baghdad runtuh, pengaruh budaya dan intelektual Islam tidak sepenuhnya hilang.

Pusat-pusat peradaban baru kemudian berkembang di wilayah lain seperti Andalusia dan Mesir, yang melanjutkan tradisi keilmuan tersebut.

Baca Juga: BKN Sukses Terapkan WFA, Produktivitas ASN Justru Meningkat, Kok Bisa?

Peristiwa kejatuhan Baghdad pada 1258 menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia.

Bukan hanya menghancurkan sebuah kota besar, tetapi juga mengubah arah perkembangan peradaban manusia, khususnya dalam hubungan antara dunia Timur dan Barat.***

Tags:
Sejarah Sejarah Islam sejarah dunia

Komentar Pengguna