Berita
Admin

Presiden Prabowo Instruksikan Operasi Cepat Tanggap Darurat di Tiga Provinsi Terdampak Bencana di Pulau Sumatera

Presiden Prabowo Instruksikan Operasi Cepat Tanggap Darurat di Tiga Provinsi Terdampak Bencana di Pulau Sumatera

28 November 2025 | 13:43

Keboncinta.com-- Saat ini Indonesia tengah menghadapi cuaca ekstrem, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan tanggap darurat sejak hari pertama bencana alam melanda tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem akibat siklon tropis Senyar ini berdampak luas pada permukiman, akses jalan, dan aktivitas masyarakat.

Instruksi presiden tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat memberikan keterangan kepada media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat pagi (28/11/2025).

Menko Pratikno menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah telah bergerak cepat untuk menjamin keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca Juga: Kemenag Kukuhkan PPPK Paruh Waktu 2025, Tegaskan Komitmen Layanan Publik dan Profesionalisme ASN

Menurut Menko Pratikno, sejak bencana terjadi Presiden langsung mengarahkan BNPB untuk turun ke lapangan, dibantu TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Upaya tanggap darurat telah dilakukan melalui pendirian tenda pengungsian, penyediaan makanan, dan pemenuhan kebutuhan harian warga.

“Sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan Tim BNPB langsung bergerak dibantu TNI-Polri, Pemda aktif, dan tenda-tenda pengungsian serta makanan sudah dikirim,” jelas Menko Pratikno.

Ia juga menegaskan bahwa pengiriman bantuan tambahan kembali dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi penanganan.

Menko Pratikno menyebut bahwa bantuan yang dikirim mencakup peralatan prioritas yang sangat dibutuhkan untuk operasi tanggap darurat, mulai dari alat komunikasi, perahu karet, hingga genset listrik.

Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Internasional 2025, Tegaskan Kepemimpinan dalam Keberlanjutan dan Pemberdayaan Komunitas

“Ini sangat diperlukan agar pekerjaan tanggap darurat semakin efisien,” tegasnya.

Tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah dikerahkan untuk menangani infrastruktur yang terdampak seperti jalan yang tertimbun dan titik-titik longsor.

BMKG melaporkan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini disebabkan oleh siklon tropis Senyar yang memiliki dampak signifikan pada peningkatan curah hujan.

Meski intensitasnya mulai menurun, pemerintah tetap melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengalihkan potensi hujan dari daratan ke lautan.

“Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti hujan kita bawa ke lautan,” jelas Pratikno.

Selain siklon Senyar, pemerintah juga mengantisipasi potensi dampak dari siklon tropis Koto yang berada di sebelah utara Indonesia. Meski diharapkan tidak memasuki wilayah daratan Indonesia, kewaspadaan terus diperkuat.

Baca Juga: Kisah Robert St. Albans, Pemimpin Templar yang Memilih Islam dan Ikut Berperang bersama Salahuddin Melawan Pasukan Salib

“Kita harapkan siklon koto tidak masuk ke wilayah Indonesia. Tapi kita tetap harus waspada dan menjaga kesiapsiagaan,” tutup Menko Pratikno.

Melalui arahan langsung Presiden Prabowo dan koordinasi lintas lembaga yang solid, pemerintah memastikan upaya tanggap darurat berjalan cepat dan terarah guna melindungi masyarakat terdampak bencana.***

Tags:
berita nasional Presiden Prabowo Subianto bencana cuaca ekstrem sumatera

Komentar Pengguna