Penguatan Guru Bahasa Inggris Madrasah Lewat CPD, Kemenag Gandeng British Council

Penguatan Guru Bahasa Inggris Madrasah Lewat CPD, Kemenag Gandeng British Council

27 Februari 2026 | 16:36

Keboncinta.com-- Program Continuing Professional Development (CPD) hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia dan British Council resmi rampung setelah berlangsung selama delapan minggu.

Inisiatif ini menjadi bukti komitmen kedua pihak dalam memperkuat kapasitas guru bahasa Inggris madrasah melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyebut program tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan pendidikan madrasah.

Dalam sambutannya di Auditorium H.M. Rasjidi, ia menegaskan bahwa untuk pertama kalinya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris berskala nasional yang secara khusus ditujukan bagi guru madrasah.

Baca Juga: BOP RA & BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran! Kemenag Siapkan Rp4,5 Triliun Tahap I 2026

Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 87 ribu madrasah, yang mayoritas berstatus swasta.

Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar bahasa Inggris yang kompeten di tengah keterbatasan sumber daya dan pendanaan.

Amien menambahkan bahwa permintaan terhadap guru bahasa Inggris berkualitas diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih komunikatif. Selama ini, pembelajaran bahasa Inggris dinilai terlalu berfokus pada aspek tata bahasa semata.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor! Ini 4 Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak Lewat HP

Melalui program CPD, diharapkan terjadi penguatan kompetensi berbahasa secara menyeluruh, mencakup keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis, tanpa mengabaikan pemahaman grammar.

Sementara itu, Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dedikasi para guru peserta.

Semangat belajar, komitmen, dan partisipasi aktif mereka menjadi kunci capaian positif yang diraih selama pelatihan berlangsung.

Ia menyoroti luasnya ekosistem pendidikan madrasah di bawah binaan Kementerian Agama yang mencakup ratusan ribu satuan pendidikan dan jutaan siswa, termasuk puluhan ribu guru bahasa Inggris.

Baca Juga: 162 Ribu Visa Haji Sudah Diproses! Kemenhaj Kebut 40 Ribu Dokumen Jelang Ramadan

Skala besar tersebut menjadikan penguatan kompetensi guru sebagai kebutuhan mendesak sekaligus peluang strategis.

Program percontohan ini dinilai berhasil menunjukkan bahwa model pelatihan kolaboratif, aplikatif, dan berkelanjutan dapat berjalan efektif serta selaras dengan agenda prioritas pendidikan nasional.

Ke depan, pengembangan program serupa memerlukan dukungan investasi berkelanjutan, pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan, kepemimpinan yang konsisten, serta perencanaan bersama antara Indonesia dan Pemerintah Inggris.

Summer Xia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran Kementerian Agama, serta mitra Pemerintah Inggris atas kerja sama yang solid.

Pemerintah Inggris, tegasnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan dan perluasan inisiatif peningkatan kualitas guru madrasah di Indonesia.

Baca Juga: THR Pensiunan PNS 2026 Diperkirakan Cair Maret, Ini Estimasi Nominal Berdasarkan Golongan

Keberhasilan program CPD ini menegaskan bahwa kolaborasi internasional dapat menjadi katalis penting dalam memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan daya saing pendidikan madrasah di tingkat global.***

Tags:
pendidikan kemenag guru madrasah

Komentar Pengguna