Mitos atau Fakta: Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rematik dan Paru-Paru Basah?

Mitos atau Fakta: Benarkah Mandi Malam Menyebabkan Rematik dan Paru-Paru Basah?

18 Desember 2025 | 15:55

Keboncinta.com--  Mandi malam sering menjadi perdebatan di masyarakat. Tak sedikit orang tua melarang anaknya mandi di malam hari karena diyakini dapat menyebabkan rematik atau bahkan paru-paru basah. Namun, benarkah anggapan tersebut dari sudut pandang kesehatan, atau sekadar mitos yang turun-temurun dipercaya?

Pertama, mari bahas kaitan mandi malam dengan rematik. Rematik atau penyakit sendi bukan disebabkan oleh air dingin atau kebiasaan mandi malam. Secara medis, nyeri sendi lebih berkaitan dengan peradangan, faktor usia, gangguan autoimun, atau aktivitas fisik berlebih. Air dingin memang dapat memicu rasa kaku atau nyeri sementara pada sendi, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah sendi, tetapi tidak menjadi penyebab utama rematik. Jadi, anggapan bahwa mandi malam langsung menyebabkan rematik lebih tepat disebut mitos.

Kedua, mengenai “paru-paru basah”. Istilah ini sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Yang sering dimaksud masyarakat adalah pneumonia, yaitu infeksi paru-paru akibat bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini menular melalui kuman, bukan karena mandi malam. Mandi di malam hari tidak menyebabkan paru-paru terisi air atau menjadi “basah” sebagaimana yang sering dibayangkan.

Meski demikian, mandi malam tetap perlu dilakukan dengan bijak. Mandi terlalu larut, menggunakan air yang sangat dingin, atau kondisi tubuh yang sedang sangat lelah dapat menurunkan kenyamanan tubuh. Pada sebagian orang, hal ini bisa memicu masuk angin, menggigil, atau membuat daya tahan tubuh sementara menurun, terutama jika setelah mandi langsung terpapar udara dingin.

Dalam konteks kesehatan, yang lebih penting bukanlah waktu mandi, melainkan kondisi tubuh dan caranya. Jika mandi malam dilakukan dengan air bersuhu normal, durasi yang wajar, serta tubuh segera dikeringkan dan dihangatkan, maka mandi malam relatif aman. Bahkan, bagi sebagian orang, mandi malam justru membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur.

Namun, bagi individu tertentu seperti lansia, penderita penyakit sendi kronis, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah, mandi malam sebaiknya dilakukan lebih awal dan tidak terlalu dingin. Ini bukan karena mandi malam berbahaya, melainkan sebagai langkah kehati-hatian agar tubuh tetap nyaman dan sehat.

Kesimpulannya, mandi malam tidak menyebabkan rematik maupun paru-paru basah. Kedua anggapan tersebut lebih dekat pada mitos daripada fakta medis. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tubuh, suhu air, dan kebiasaan setelah mandi. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat lebih bijak membedakan antara kepercayaan lama dan pengetahuan kesehatan yang benar.

Tags:
Gaya Hidup Sehat Kesehatan Mitos Kesehatan Fakta Medis Edukasi Kesehatan

Komentar Pengguna