Berita
Admin

Merawat Bumi, Merawat Iman: Pesan Menag dalam Peluncuran Buku Ekoteologi

Merawat Bumi, Merawat Iman: Pesan Menag dalam Peluncuran Buku Ekoteologi

15 November 2025 | 11:26

Keboncinta.com-- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kembali menekankan urgensi merawat lingkungan sebagai bagian dari spiritualitas manusia.

Dalam peluncuran buku Ekoteologi, Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2025–2029 serta Trilogi Kerukunan di Jakarta, Jumat (14/11/2025), Menag menyampaikan pesan mendalam bahwa alam bukan sekadar ruang hidup, melainkan tanda keberadaan Tuhan.

Menurut Menag, hubungan manusia–alam–Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ia mengutip pandangan para filsuf dan teolog besar seperti Descartes, Plotinus, hingga Ibn Arabi yang memaknai alam sebagai manifestasi dari jawhar (substansi) dan ‘arad (penampakan).

Baca Juga: Mengapa Kita Sering Menunda Tugas? Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

“Kalau kita sadar bahwa segala sesuatu punya batin—punya ‘jawhar’—kita tidak mungkin merusak alam. Membakar hutan sama artinya merusak tanda keberadaan Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hampir semua ajaran agama, mulai dari Islam, Hindu, Taoisme hingga filsafat klasik, mengandung etika ekologis. Alam bukan objek eksploitasi, melainkan mitra kehidupan.

“Alam adalah partner, bukan objek. Engkau adalah aku, aku adalah engkau. Kalau engkau mati, aku mati,” tegas Menag.

Peluncuran tiga buku tersebut merupakan bagian dari mandat besar Kementerian Agama.

Baca Juga: Rasputin dan Keluarga Romanov: Kisah Gelap di Balik Jatuhnya Kekaisaran Rusia

Kepala BMBPSDM, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku dilakukan melalui tahapan panjang, termasuk FGD, pengumpulan data, hingga pembacaan ulang bersama akademisi, peneliti, aktivis lingkungan, tokoh agama, dan lembaga lintas sektor.

Buku Ekoteologi: Menguatkan Iman, Merawat Lingkungan diharapkan menjadi rujukan implementatif bagi Kemenag dan mitra strategis dalam mengarusutamakan spiritualitas ekologis.

Lebih jauh, Menag berharap terwujudnya pemahaman mendalam tentang hubungan manusia–alam–Tuhan mampu menumbuhkan kesadaran global untuk menjaga lingkungan.***

Tags:
berita nasional kemenag Menag Peduli Lingkungan

Komentar Pengguna