Mental Health Bukan Tren: Saat Anak Muda Salah Kaprah Memaknai Self Care

Mental Health Bukan Tren: Saat Anak Muda Salah Kaprah Memaknai Self Care

29 November 2025 | 15:17

Keboncinta.com--  Belakangan, istilah self care dan mental health semakin populer di kalangan anak muda. Ini hal positif—kesadaran terhadap kesehatan mental memang penting. Namun, muncul juga fenomena salah kaprah: menganggap self care sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab, membenarkan perilaku impulsif, atau sekadar mengikuti tren sosial media.

1. Self Care Bukan Pelarian dari Tanggung Jawab

Banyak yang memakai alasan “lagi jaga mental health” untuk menghindari tugas, pekerjaan, atau hubungan yang butuh usaha. Padahal, self care sejati justru membantu kita menghadapi hidup, bukan lari darinya.

2. Self Care Tidak Sama dengan Hedonisme

Belanja impulsif, jajan berlebihan, atau liburan mendadak sering dianggap sebagai self care. Boleh saja memanjakan diri, tapi jika dilakukan berulang demi menutupi stres, itu bukan self care—itu coping yang salah. Self care yang sehat lebih banyak berhubungan dengan rutinitas kecil: tidur cukup, makan teratur, olahraga ringan, journaling.

3. Mental Health Bukan Alat Pembenaran Perilaku Buruk

Kadang ada yang bilang, “aku toxic karena aku punya masalah mental”. Ini keliru. Masalah mental bukan alasan untuk melukai orang lain atau mengabaikan batasan. Mengakui masalah adalah langkah awal, tapi langkah berikutnya adalah mencari bantuan profesional atau memperbaiki diri—bukan melempar kesalahan.

4. Self Care Bukan Cuma yang Estetik

Media sosial sering menampilkan self care sebagai lilin aromaterapi, masker wajah, atau kamar aesthetic. Nyatanya, self care juga hal yang tidak Instagrammable: disiplin mengatur keuangan, membereskan kamar, ke psikiater/psikolog, atau menyelesaikan tugas tepat waktu.

Self care itu penting, tapi lebih dari sekadar tren. Ini tentang mengenali kebutuhan diri, menetapkan batasan, dan membangun kebiasaan sehat. Bukan pelarian, bukan pembenaran—melainkan bentuk tanggung jawab pada diri sendiri.

Contributor: Tegar Bagus Pribadi

Tags:
Mental Health Gaya Hidup Positif Self Care

Komentar Pengguna