Keboncinta.com-- Beberapa hari lagi, bulan Ramadan akan meninggalkan kita. Pertanyaan sederhana pun muncul: bagaimana perasaan kita? Sedih karena harus berpisah, atau justru bahagia karena merasa telah menjalaninya dengan baik?
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, Ramadan mengajarkan kita untuk menahan hawa nafsu, menjaga sikap, serta memperbaiki diri dalam berbagai aspek kehidupan. Selama sebulan penuh, kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih disiplin, dan lebih dekat dengan Allah.
Lalu, muncul pertanyaan penting lainnya: apakah kebiasaan baik selama Ramadan akan tetap bertahan setelahnya?
Jawabannya, tentu bisa. Bahkan seharusnya bisa. Karena selama satu bulan penuh kita sudah membiasakan diri dengan amalan-amalan baik, seperti sholat tepat waktu, menjalankan amalan sunah, hingga memperbanyak doa. Ketika kebiasaan itu tidak dilakukan setelah Ramadan, justru akan terasa ada yang kurang dalam diri kita.
Ramadan juga menjadi pengingat untuk selalu taat dan kembali kepada Allah. Jika di bulan-bulan biasa kita sering lalai, maka Ramadan hadir untuk “menyadarkan” dan mengembalikan kita ke jalan yang lebih baik. Dari hal-hal kecil seperti menjaga sholat, ternyata mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan.
Menjelang berakhirnya Ramadan, jangan sampai semangat ibadah ikut menurun. Teruslah mengerjakan amalan sunah, perbanyak doa, dan memohon agar seluruh ibadah yang telah dilakukan diterima serta diberkahi.
Dan yang tak kalah penting, panjatkan harapan agar kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.