OLEH : AGUS ABDURROHMAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari perbedaan. Perbedaan suku, budaya, bahasa, pemikiran, hingga perbedaan cara pandang dalam memahami agama. Namun, sering kali perbedaan justru menjadi pemicu konflik, perpecahan, bahkan permusuhan. Padahal, dalam perspektif Islam, perbedaan bukanlah kesalahan atau ancaman. Ia adalah bagian dari sunnatullah — ketetapan Allah yang berlaku di alam semesta.
Memahami perbedaan sebagai sunnatullah akan mengubah cara kita bersikap. Dari yang semula reaktif menjadi bijak. Dari yang mudah menghakimi menjadi lebih memahami. Dari yang suka memaksakan menjadi lebih menghargai.
Lalu, bagaimana Islam memandang perbedaan? Dan bagaimana seharusnya kita menyikapinya?
Perbedaan adalah Kehendak Allah
Allah SWT berfirman:
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.”
(QS. Hud: 118)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah mampu menjadikan manusia seragam dalam pikiran dan keyakinan. Namun, Allah tidak menghendaki demikian. Perbedaan justru dibiarkan terjadi sebagai bagian dari dinamika kehidupan.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Perbedaan suku, bangsa, dan latar belakang bukan untuk saling merendahkan, tetapi untuk saling mengenal (li ta’arafu). Artinya, perbedaan memiliki tujuan sosial dan spiritual — membangun hubungan, memperluas wawasan, dan memperkuat kemanusiaan.
Hikmah di Balik Perbedaan
Menghormati perbedaan bukan sekadar sikap toleran, tetapi bentuk kedewasaan iman. Ada banyak hikmah di balik keberagaman:
1. Melatih Kerendahan Hati
Ketika kita menyadari bahwa tidak semua orang berpikir seperti kita, kita belajar bahwa kebenaran tidak selalu mutlak dalam perspektif manusia. Ini melatih kita untuk tidak merasa paling benar dan paling suci.
2. Memperkaya Perspektif
Perbedaan sudut pandang memperluas cakrawala berpikir. Diskusi yang sehat justru melahirkan solusi yang lebih bijak dan matang.
3. Menguatkan Ukhuwah
Perbedaan yang dikelola dengan baik akan memperkuat persaudaraan.