Keboncinta.com-- Hubungan antara Pakistan dan Afganistan kerap diwarnai ketegangan sejak pertengahan abad ke-20.
Konflik di antara kedua negara ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar kuat pada sejarah kolonial, persoalan perbatasan, serta dinamika politik dan keamanan regional yang kompleks.
Salah satu sumber utama konflik Pakistan–Afganistan bermula dari penetapan garis perbatasan yang dikenal sebagai Garis Durand pada akhir abad ke-19.
Garis ini ditetapkan pada tahun 1893 oleh pemerintah kolonial Inggris di India Britania bersama penguasa Afganistan saat itu, Abdur Rahman Khan. Tujuannya adalah membatasi wilayah pengaruh Inggris dan Afganistan.
Baca Juga: Kemenag Percepat Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah 2026, Dana Ditarget Masuk Sebelum Lebaran
Namun, penetapan garis tersebut membelah wilayah suku Pashtun menjadi dua bagian. Ketika Pakistan berdiri sebagai negara merdeka pada 1947, Afganistan menolak mengakui garis perbatasan tersebut sebagai batas internasional yang sah.
Penolakan inilah yang kemudian menjadi fondasi konflik berkepanjangan antara kedua negara.
Setelah Pakistan merdeka, Afganistan menjadi satu-satunya negara yang secara terbuka menentang keanggotaan Pakistan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sikap ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Afganistan terhadap nasib etnis Pashtun yang berada di wilayah Pakistan.
Kabul mendukung gagasan “Pashtunistan”, sebuah wilayah otonom atau negara terpisah bagi etnis Pashtun.
Baca Juga: Cara Cek Status BPJS Kesehatan Secara Online lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke Kantor
Isu ini memperburuk hubungan bilateral, terutama karena Pakistan menganggapnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Maka sejak saat itu, hubungan diplomatik kedua negara kerap naik turun, diselingi penutupan perbatasan dan ketegangan militer skala kecil.
Faktor Keamanan dan Konflik Kontemporer
Dalam beberapa dekade terakhir, konflik Pakistan–Afganistan semakin kompleks dengan munculnya kelompok bersenjata lintas batas.
Wilayah perbatasan yang panjang dan sulit diawasi menjadi tempat aktivitas berbagai kelompok militan.
Pakistan menuding Afganistan gagal mengendalikan kelompok yang menyerang wilayahnya, sementara Afganistan menuduh Pakistan ikut campur dalam urusan domestik mereka.
Baca Juga: THR Pensiunan PNS 2026 Diperkirakan Cair Maret, Ini Estimasi Jadwal dan Nominal yang Bisa Diterima
Situasi ini diperparah oleh perubahan politik di Afganistan, termasuk jatuh bangunnya rezim pemerintahan serta kehadiran kekuatan asing di kawasan tersebut.
Akibatnya, konflik yang berakar dari sejarah kolonial berkembang menjadi persoalan keamanan regional yang berdampak luas.
Akar sejarah konflik antara Pakistan dan Afganistan menunjukkan bahwa persoalan perbatasan dan identitas etnis memiliki dampak jangka panjang.
Meski kedua negara memiliki ikatan budaya dan agama yang kuat, perbedaan pandangan terhadap sejarah dan kedaulatan wilayah terus memicu ketegangan.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Jadwal TKA 2026 untuk SD dan SMP, Perhatikan Batas Akhir Pendaftaran
Hingga kini, upaya normalisasi hubungan masih menghadapi tantangan besar. Selama isu perbatasan dan keamanan belum menemukan titik temu, konflik Pakistan–Afganistan diperkirakan akan tetap menjadi salah satu sumber instabilitas di kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah.***