Berita
Rahman Abdullah

MBG di Sekolah Makin Ketat! Makanan Wajib Dicek Sebelum Dibagikan kepada Siswa

MBG di Sekolah Makin Ketat! Makanan Wajib Dicek Sebelum Dibagikan kepada Siswa

09 Agustus 2026 | 16:08

Keboncinta.com-- Makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tiba di sekolah ternyata tidak boleh langsung dibagikan kepada peserta didik. Sebelum dikonsumsi, makanan perlu melalui pemeriksaan untuk memastikan kondisi, kebersihan, dan kualitasnya tetap memenuhi standar keamanan pangan.

Langkah tersebut menjadi perhatian penting seiring semakin luasnya pelaksanaan program MBG di berbagai sekolah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pengawasan agar makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Pengawasan tidak hanya dilakukan ketika makanan diproduksi di dapur penyedia. Pemeriksaan juga dilakukan kembali ketika makanan telah sampai di sekolah. Dengan sistem tersebut, diharapkan potensi makanan rusak, basi, atau tidak layak konsumsi dapat diketahui sebelum dibagikan kepada peserta didik.

Lantas, seperti apa pemeriksaan makanan MBG di sekolah dan apa yang harus dilakukan jika ditemukan makanan bermasalah?

Baca Juga: Dapodik 2027 Resmi Berubah, 3 Hal Penting Ini Wajib Diperiksa Sebelum Sinkronisasi

Pengawasan MBG Dilakukan Secara Berlapis

Untuk menjaga keamanan makanan sejak proses produksi hingga diterima siswa, BGN menerapkan mekanisme pengawasan dalam beberapa tahap.

Pengawasan dilakukan mulai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga makanan tiba di lingkungan sekolah.

Sistem tersebut dirancang agar setiap tahapan penyediaan makanan dapat dipantau dan dicatat. Dengan demikian, apabila muncul persoalan, pemerintah dapat menelusuri proses penyediaan makanan sekaligus melakukan evaluasi terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Dapur SPPG Wajib Mencatat Proses Produksi

Salah satu bagian penting dalam sistem pengawasan berada di dapur SPPG.

Dalam pelaksanaannya, SPPG diwajibkan melakukan pencatatan terhadap berbagai tahapan produksi makanan. Proses tersebut mencakup persiapan bahan makanan, kegiatan memasak, pengemasan, hingga pengiriman makanan menuju sekolah.

Pencatatan dilakukan secara terstruktur melalui sistem monitoring yang telah disiapkan.

Dengan adanya data tersebut, proses produksi makanan dapat dipantau dengan lebih baik. Sistem ini juga membantu pemerintah melakukan evaluasi apabila ditemukan persoalan dalam distribusi maupun kualitas makanan.

Baca Juga: Riwayat Pendidikan Guru Tidak Sesuai? Begini Cara Cek dan Perbaikinya di Dapodik hingga Info GTK

PIC Sekolah Jadi Pemeriksa Sebelum Makanan Dibagikan

Pengawasan tidak berhenti setelah makanan meninggalkan dapur SPPG.

Ketika makanan tiba di sekolah, terdapat penanggung jawab atau PIC yang bertugas melakukan pemeriksaan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

PIC tersebut berasal dari unsur tenaga kependidikan atau tata usaha yang telah diberikan tanggung jawab untuk memastikan kondisi makanan.

Pemeriksaan dilakukan melalui metode organoleptik, yakni menilai makanan berdasarkan karakteristik yang dapat diamati menggunakan indera.

Beberapa hal yang diperhatikan antara lain tampilan makanan, aroma, serta rasa dari sampel yang diperiksa.

Makanan Basi atau Berbau Wajib Ditahan

Bagian ini menjadi salah satu hal yang paling penting bagi sekolah.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya makanan yang memiliki indikasi tidak layak konsumsi, seperti berbau tidak normal, basi, atau memiliki kondisi yang tidak sesuai standar, makanan tersebut tidak boleh langsung dibagikan kepada siswa.

PIC dan pihak sekolah harus menahan makanan tersebut agar tidak dikonsumsi peserta didik.

Kebijakan ini menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko makanan yang bermasalah sampai kepada siswa.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Mandi Malam Bisa Aman dan Bikin Rileks Jika Dilakukan dengan Cara Ini

Keamanan Pangan Menjadi Prioritas Utama

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG tidak dapat dikompromikan.

Artinya, makanan yang diberikan kepada peserta didik harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Keberadaan PIC di sekolah menjadi salah satu lapisan pemeriksaan terakhir sebelum makanan dikonsumsi.

Dengan adanya pemeriksaan tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk menemukan masalah yang mungkin tidak terdeteksi pada tahap sebelumnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang berhasil didistribusikan, tetapi juga oleh kualitas dan keamanan makanan yang diterima peserta didik.

Hasil Pemeriksaan Dicatat dalam Sistem

Setiap temuan dalam proses pemeriksaan juga menjadi bagian dari sistem pengawasan program.

Hasil pemeriksaan dan berbagai persoalan yang ditemukan dapat dicatat melalui sistem yang terintegrasi. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG.

Jika terdapat persoalan yang berkaitan dengan kualitas makanan atau pelayanan SPPG, pemerintah memiliki dasar untuk melakukan penelusuran dan mengambil tindakan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, sistem digital tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga mendukung pengawasan dan evaluasi program secara berkelanjutan.

Baca Juga: Satu Buku Bisa Mengubah Cara Berpikir, Ini Alasan Kebiasaan Membaca Begitu Penting

Sekolah Punya Peran Penting dalam Menjaga Keamanan MBG

Pelaksanaan MBG pada akhirnya membutuhkan kerja sama antara dapur SPPG, sekolah, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.

Sekolah menjadi salah satu bagian penting karena makanan yang telah dikirimkan akan diterima langsung oleh peserta didik.

Karena itu, pemeriksaan sebelum pembagian menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.

Guru, tenaga kependidikan, dan pihak sekolah juga perlu memahami prosedur yang berlaku sehingga dapat mengambil tindakan dengan cepat apabila ditemukan makanan yang mencurigakan atau tidak memenuhi standar.

MBG Bukan Sekadar Gratis, tetapi Harus Aman

Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan memberikan asupan makanan yang bergizi kepada peserta didik. Namun, aspek gizi harus berjalan beriringan dengan keamanan dan kebersihan makanan.

Makanan yang bergizi tentu tidak akan memberikan manfaat apabila kondisinya tidak layak dikonsumsi.

Karena itu, pengawasan dari dapur hingga meja makan siswa menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Baca Juga: Jarang Sarapan Ternyata Bisa Berdampak ke Tubuh, Ini 5 Hal yang Perlu Diwaspadai

Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah kini dilakukan secara lebih berlapis. Mulai dari pencatatan proses produksi di dapur SPPG hingga pemeriksaan makanan ketika tiba di sekolah, setiap tahapan diarahkan untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap aman dan layak dikonsumsi.

PIC sekolah memiliki peran penting sebagai pemeriksa terakhir sebelum makanan dibagikan. Jika ditemukan makanan yang basi, berbau, atau menunjukkan tanda-tanda tidak layak konsumsi, makanan tersebut wajib ditahan dan tidak diberikan kepada siswa.

Dengan pengawasan yang ketat serta pencatatan melalui sistem terintegrasi, pemerintah berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan semakin aman, berkualitas, dan tepat sasaran. Bagi sekolah, ketelitian dalam memeriksa makanan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting dalam melindungi kesehatan peserta didik.***

Tags:
berita nasional Makan Bergizi Gratis MBG BGN

Komentar Pengguna