Lulusannya Mampu Masuk Kampus Ternama Dunia, Menag Ungkap Pondok Pesantren Mampu Hasilkan SDM Unggul

Lulusannya Mampu Masuk Kampus Ternama Dunia, Menag Ungkap Pondok Pesantren Mampu Hasilkan SDM Unggul

28 Juli 2025 | 17:41

Keboncinta.com-- Lembaga pendidikan seperti pondok pesantren mempunyai kekhasannya sendiri dan di sana  bukan hanya tempat belajar agama saja. Di era globalisasi saat ini, banyak alumni pondok pesantren yang menempuh pendidikan di luar negeri, bahkan pada fakultas kedokteran dan sains bereputasi tinggi.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan sambutannya di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone. Dalam pidatonya ia memberi contoh bahwa lembaga pendidikan berbasis keagamaan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing global, dan berkarier di bidang-bidang eksakta, contohnya Ponpes Al-Ikhlas ini.

“Para alumni pondok pesantren Al-Ikhlas ada yang sedang belajar di Cina, undangan dari universitas kedokteran. Ada yang di Maroko, Amerika, Mesir, Turki” ungkap Menag Nasaruddin, Minggu (27/7/2025), dalam Halaqah Perdana Santri Baru Ponpes Al-Ikhlas Ujung Bone.

"Para alumni pondok pesantren Al-Ikhlas diterima tanpa harus mengikuti proses seleksi berbelit karena telah dibekali sertifikasi pendidikan bertaraf internasional sejak dari pesantren," tambah Menag.

Perlu diketahui, Ponpes Al-Ikhlas juga telah meraih pengakuan dari lembaga internasional seperti Cambridge University, dan menerapkan sistem manajemen mutu ISO.

Santri belajar dalam kelas digital dengan sistem pemantauan dan pembelajaran yang mengikuti standar pendidikan tinggi global.

“Kalau ada yang kurang-kurang, akan ditegur dan sertifikatnya bisa dicabut. Tapi pondok pesantren ini sudah beberapa tahun kerja sama dengan Cambridge, belum pernah dicabut, belum pernah juga diberi peringatan,” jelas Menag.

Melalui sistem ini, bisa dikatakan bahwa lulusan pesantren tidak perlu menjalani tes tambahan saat mendaftar ke banyak kampus luar negeri, karena telah mengantongi Cambridge International Certificate yang diakui secara internasional.***

 

Tags:
pendidikan berita nasional kemenag

Komentar Pengguna