Keboncinta.com-- Saat ini, industri teknologi dunia tengah menghadapi titik balik penting yang diperkirakan akan berdampak langsung pada kantong konsumen.
Mulai akhir 2025 hingga sepanjang 2026, harga laptop dan berbagai perangkat elektronik berpotensi melonjak tajam akibat tekanan serius pada pasokan komponen memori.
Pemicu utamanya adalah lonjakan kebutuhan Random Access Memory (RAM) di pasar global.
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong permintaan besar-besaran untuk server, pusat data, dan sistem komputasi berkinerja tinggi, sehingga menyedot pasokan RAM yang sebelumnya dialokasikan untuk perangkat konsumen.
Akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan, harga RAM diprediksi naik signifikan.
Baca Juga: Laptop Windows 7 Minta Password Terus? Ini Cara Menghapusnya dengan Aman dan Praktis
Dampaknya tidak hanya terasa pada laptop, tetapi juga pada smartphone, tablet, hingga perangkat elektronik lain yang mengandalkan memori sebagai komponen utama.
Sejumlah lembaga riset internasional menilai bahwa konsumen akan menanggung beban terbesar dari kondisi ini.
Kenaikan harga RAM tidak hanya menyasar perangkat premium, tetapi justru berpotensi paling terasa di segmen menengah yang selama ini menjadi pilihan utama pasar.
Beberapa produsen besar disebut mulai menyiapkan strategi penyesuaian. Salah satu opsi yang mengemuka adalah membatasi kapasitas RAM laptop kelas menengah di kisaran 8 GB DDR5.
Konsekuensinya, laptop dengan RAM 16 GB atau lebih bisa menjadi produk yang lebih langka dan dibanderol dengan harga jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Insentif dan BSU Guru Non ASN Kemenag 2025 Belum Cair, Ini Penyebab dan Syarat yang Harus Dicek
Laporan industri menyebutkan bahwa biaya produksi atau bill of materials (BOM) perangkat elektronik dapat melonjak hingga dua digit persen. Jika produsen enggan menaikkan harga jual terlalu drastis, langkah yang sering diambil adalah memangkas spesifikasi perangkat.
Dalam jangka pendek, konsumen mungkin masih menemukan laptop dengan harga relatif stabil berkat stok lama di pasaran. Namun, mulai kuartal kedua 2026, penyesuaian harga diperkirakan tidak bisa dihindari lagi.
Di tengah kondisi tersebut, membeli laptop dengan kapasitas RAM besar sejak sekarang dinilai sebagai keputusan strategis.
RAM 16 GB atau lebih sangat ideal untuk multitasking, pekerjaan produktivitas, pengolahan konten ringan, hingga gaming kasual.
Selain memberikan kenyamanan, laptop dengan RAM besar juga lebih siap menghadapi kebutuhan aplikasi yang semakin berat di masa depan.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Haji 2026 Dipercepat, Jemaah Diminta Penuhi Syarat Sejak Awal
Perangkat dengan RAM tertanam atau soldered RAM, seperti ultrabook tipis, bahkan diprediksi mengalami kenaikan harga lebih cepat karena tidak memungkinkan upgrade.
Karena itu, calon pembeli disarankan lebih cermat memperhatikan kapasitas RAM sejak awal, bukan hanya terpaku pada prosesor atau desain.
Krisis RAM global berpotensi mengubah peta harga gadget pada 2026. Jika Anda berencana membeli laptop atau perangkat baru, saat ini menjadi momentum yang tepat sebelum harga melambung dan pilihan spesifikasi semakin terbatas.***