Ketika tiba dengan selamat di tujuan, seorang muslim dianjurkan memanjatkan doa syukur.
Teks Arab:
ุงููุญูู
ูุฏู ููููููู ุงูููุฐูู ุณููููู
ูููู ููุขููุงููู ููุฃูุทูุนูู
ูููู ููุณูููุงููู ููู
ูููู ุนูููููู ููุฃูููุถููู ุนูููููู ููููููู ุงููููุงุณู ุฅูููู ููุถููููู ู
ูุญูุชูุงุฌูููู
Latin: Al-แธฅamdu lillฤhillaลผฤซ sallamanฤซ wa ฤwฤnฤซ wa aแนญ‘amanฤซ wa saqฤnฤซ wa manna ‘alayya wa afแธala ‘alayya wa kullun-nฤsi ilฤ faแธlihฤซ muแธฅtฤjลซn.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku, memberiku tempat tinggal, memberiku makan dan minum, melimpahkan karunia dan kelebihan kepadaku. Dan seluruh manusia amat membutuhkan karunia-Nya.”
๐ Dalam Shahih Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengucapkan doa syukur saat kembali dari perjalanan. Hal ini menegaskan pentingnya mengingat Allah, bukan hanya saat memohon perlindungan, tetapi juga ketika menerima nikmat keselamatan.
Dalam kitab Adab As-Safar karya Imam An-Nawawi, disebutkan adab mendoakan orang yang bepergian, di antaranya:
Membacakan doa dengan ikhlas dan penuh harapan.
Menghadap kiblat dan mengangkat tangan saat berdoa.
Membaca doa dengan suara yang terdengar agar memberi ketenangan.
Memberi nasihat singkat agar tetap menjaga ibadah di perjalanan.
Sunnah memberikan bekal atau doa tertulis sebagai penguat.
๐ Ulama menegaskan bahwa doa yang tulus dari saudara seiman adalah bagian dari silaturahmi dan akan membawa keberkahan dalam perjalanan si musafir.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
๐ Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menafsirkan bahwa kondisi musafir menjadikan doa lebih ikhlas, sebab ia merasa lemah dan hanya bergantung kepada Allah SWT. Karena itulah doa musafir termasuk doa yang paling mustajab.
Islam mengajarkan doa khusus untuk perlindungan dalam perjalanan, doa ketika memasuki kota baru, dan doa syukur ketika sampai tujuan.
Dalil Al-Qur’an (QS. Ghafir: 60, QS. Az-Zukhruf: 13–14) dan hadis sahih menegaskan pentingnya doa dalam perjalanan.
Ulama tafsir seperti Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, dan An-Nawawi menjelaskan makna mendalam dari doa-doa ini.
Doa musafir memiliki keutamaan mustajab sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan dan didoakan oleh sesama muslim.
Dengan berdoa, seorang muslim tidak hanya memohon perlindungan dan keselamatan, tetapi juga menegaskan keimanannya bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung dalam setiap perjalanan.