Parenting
Azzahra Esa Nabila

Ketika Hening Justru Mengganggu: Mengapa Sunyi Kini Terasa Tidak Lagi Nyaman

Ketika Hening Justru Mengganggu: Mengapa Sunyi Kini Terasa Tidak Lagi Nyaman

29 April 2026 | 07:37

Keboncinta.com-- Ada waktu ketika sunyi dianggap sebagai sesuatu yang menenangkan. Tidak ada suara, tidak ada tuntutan, hanya ruang yang memberi kesempatan untuk beristirahat dari dunia luar. Namun kini, bagi sebagian orang, sunyi justru terasa tidak nyaman. Ketika semua notifikasi berhenti, ketika aktivitas mereda, yang tersisa bukan ketenangan—melainkan pikiran yang mulai berbicara lebih keras dari sebelumnya.

Fenomena ini semakin sering dirasakan di tengah kehidupan modern yang penuh stimulasi. Dari pagi hingga malam, manusia terbiasa ditemani suara: percakapan, musik, video, hingga aliran informasi tanpa henti dari media sosial seperti Instagram dan TikTok. Ketika semua itu tiba-tiba berhenti, ruang kosong yang tersisa bisa terasa asing. Kondisi ini berkaitan dengan cara otak merespons stimulasi berulang. Otak manusia terbiasa bekerja dalam pola yang aktif dan penuh rangsangan. Ketika rangsangan itu hilang, muncul kondisi yang sering disebut sebagai restlessness atau kegelisahan dalam keadaan diam. Pikiran yang sebelumnya teralihkan oleh aktivitas luar mulai memunculkan berbagai refleksi, kekhawatiran, atau ingatan yang selama ini terpendam.

Bukan karena sunyi itu berbahaya, tetapi karena tubuh dan pikiran sudah terbiasa dengan kebisingan sebagai bentuk “normal baru”. Di tengah kondisi ini, sunyi sering kali menjadi cermin. Saat tidak ada distraksi dari luar, perhatian justru beralih ke dalam diri sendiri. Hal-hal yang selama ini diabaikan mulai muncul ke permukaan pikiran yang belum selesai, emosi yang belum dipahami, atau kelelahan yang selama ini tertutup oleh kesibukan. Menariknya, perubahan ini juga dipengaruhi oleh budaya digital. Di ruang online, keheningan hampir tidak pernah benar-benar hadir. Selalu ada konten baru, suara baru, dan interaksi baru yang membuat perhatian terus bergerak. Akibatnya, saat berada dalam situasi sunyi di dunia nyata, kontrasnya terasa sangat kuat.

Namun, sunyi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Justru dalam banyak pendekatan kesehatan mental, keheningan dipandang sebagai ruang penting untuk memulihkan diri. Tantangannya adalah bagaimana membangun kembali hubungan yang nyaman dengan sunyi itu sendiri, tanpa harus segera mengisinya dengan distraksi.

Tags:
Self Love Waktu untuk Diri Gen Milenial Wajib Tau! Kesepian

Komentar Pengguna