Kerja dari Rumah tapi Kerja Tak Pernah Selesai? Ternyata ini Penyebabnya

Kerja dari Rumah tapi Kerja Tak Pernah Selesai?  Ternyata ini Penyebabnya

31 Desember 2025 | 09:13

Keboncinta.com-- Melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH) pada awalnya dianggap sebagai jalan keluar kerja modern yang ideal. Tanpa harus menghadapi macet dan rutinitas kantor yang kaku, banyak orang berharap produktivitas meningkat dan waktu terasa lebih longgar.

Namun kenyataannya, seiring waktu berjalan, tidak sedikit pekerja justru merasa WFH berubah menjadi pekerjaan tanpa batas. Alih-alih lebih santai, tekanan kerja terasa semakin sulit dikendalikan.

Salah satu tantangan terbesar bekerja dari rumah adalah hilangnya pemisah yang jelas antara jam kerja dan waktu pribadi.

Jika bekerja di kantor memiliki jam masuk dan pulang yang tegas, WFH sering kali membuat pekerjaan dimulai lebih pagi dan berakhir lebih malam.

Baca Juga: WFH Terasa Fleksibel tapi Melelahkan? Ini Alasan Mengapa Pekerjaan Seolah Tak Pernah Berakhir

Laptop yang selalu berada di dekat kita serta notifikasi yang terus bermunculan menciptakan kesan bahwa pekerjaan harus selalu siap dikerjakan kapan saja.

Akibatnya, banyak pekerja merasa harus terus “siaga”, bahkan ketika jam kerja seharusnya sudah berakhir.

Fleksibilitas yang tidak diatur dengan baik justru menjelma menjadi tekanan tersembunyi. Jam kerja bertambah tanpa disadari, sementara waktu istirahat semakin tergerus.

Perlu dipahami bahwa rumah bukanlah ruang kerja profesional. Lingkungan rumah penuh dengan distraksi, mulai dari urusan keluarga, pekerjaan rumah tangga, hingga godaan untuk menunda pekerjaan.

Kondisi ini membuat fokus mudah terpecah dan pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Single Salary ASN Kembali Ditunda, Pemerintah Pilih Jalan Hati-hati Menjaga Stabilitas APBN

Akibatnya, muncul perasaan bahwa pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai, meski sudah menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Selain masalah fokus, minimnya interaksi langsung dengan rekan kerja juga menjadi tantangan tersendiri. Hal-hal kecil yang biasanya dapat diselesaikan dengan cepat melalui obrolan singkat di kantor, sering kali membutuhkan waktu lebih lama saat dilakukan secara daring.

Kemudian adanya pesan yang tertunda, miskomunikasi, hingga rapat virtual yang berlebihan dapat menambah beban mental pekerja WFH. Situasi ini membuat alur kerja terasa lebih lambat dan melelahkan.

Tekanan bekerja tanpa batas waktu yang jelas dapat berdampak pada kesehatan mental. Banyak pekerja WFH mengeluhkan rasa bersalah saat beristirahat, kecemasan karena tugas belum tuntas, hingga stres yang berkepanjangan.

Baca Juga: Surat Edaran Terbit Akhir Tahun, Kemendikdasmen Siapkan Peralihan Sistem Kinerja Guru Menuju Ruang GTK 2026

Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

WFH yang seharusnya memberi keseimbangan justru berubah menjadi sumber kelelahan.

Agar bekerja dari rumah kembali terasa sehat dan produktif, penting untuk menetapkan batasan yang tegas.

Menentukan jam kerja yang jelas, menciptakan ruang kerja khusus, serta disiplin mematikan notifikasi di luar jam kerja dapat membantu mengembalikan keseimbangan.

Dengan pengelolaan waktu yang baik, WFH seharusnya menjadi kemudahan, bukan beban tambahan.

Baca Juga: Tak Otomatis Jadi Penuh Waktu, Kinerja dan Anggaran Jadi Kunci Masa Depan PPPK Paruh Waktu

Saat batas kerja dan waktu pribadi terjaga, bekerja dari rumah bisa kembali menjadi solusi yang menyehatkan dan berkelanjutan untuk setiap pekerja.***

Tags:
Pekerjaan Rumah Kerja Fleksibel Lifestyle

Komentar Pengguna