Berita
Admin

Kemenag–UEA Kolaborasi Lanjut, 20 Dai dan Daiyah Indonesia Jalani Pelatihan Dakwah Internasional

Kemenag–UEA Kolaborasi Lanjut, 20 Dai dan Daiyah Indonesia Jalani Pelatihan Dakwah Internasional

10 November 2025 | 09:23

Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) resmi melepas peserta Program Daurah Dai dan Daiyah Angkatan III sebanyak 20 orang yang akan mengikuti pelatihan dakwah internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenag dan Otoritas Umum Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat UEA (General Authority of Islamic Affairs, Awqaf, and Zakat).

Program ini menjadi langkah strategis dalam penguatan kapasitas dai dan daiyah Indonesia untuk mengembangkan dakwah yang moderat di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat Islam yang damai dan toleran.

Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan emas bagi para peserta untuk memperluas wawasan dan memperdalam kapasitas dakwah.

Baca Juga: Kehancuran Kekaisaran Rusia dan Akhir Tragis Keluarga Romanov di Tangan Kaum Bolshevik

Ia menegaskan bahwa para peserta membawa misi besar sebagai duta moderasi beragama Indonesia di kancah dunia.

“Pengalaman internasional itu manfaatnya luar biasa. Ia membuat kita semakin besar, semakin sadar bahwa kita bagian dari keluarga dunia,” ujar Zayadi dalam acara pembekalan dan pelepasan di Jakarta.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat melakukan benchmarking terhadap praktik dakwah terbaik di UEA, memahami nilai dan metode yang bisa diadaptasi untuk memperkuat dakwah Islam di tanah air.

“Ini bukan sekadar undangan mengikuti kegiatan, tapi tugas negara. Kita di sana membawa nama Indonesia — negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang mampu mengelola keberagaman secara damai dan demokratis,” tambahnya.

Baca Juga: Indra Sjafri Panggil 30 Pemain Timnas U-23 untuk Uji Coba Kontra Mali, Persiapan Menuju SEA Games 2025

Zayadi juga menyinggung keberhasilan program pengiriman imam Indonesia ke UEA yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat.

“Banyak masyarakat UEA yang kini ‘kesengsem’ dengan para imam asal Indonesia karena sopan, rendah hati, dan penuh keteladanan. Itu bukti karakter Islam Indonesia sangat dihargai di luar negeri,” ujarnya.

Ia berharap para peserta pelatihan dapat menjadi jembatan penguatan hubungan keagamaan Indonesia–UEA, sekaligus membuka peluang kerja sama baru, termasuk pembangunan Islamic Center di Indonesia.

“Kenalkan kepada dunia bagaimana Indonesia mengelola moderasi beragama, kerukunan umat, dan kebebasan beragama. Ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia layak menjadi kiblat Islam moderat dunia,” tandasnya.

Baca Juga: Kementerian Agama Segera Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren, Target Rampung Tahun Ini

Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, menjelaskan bahwa 20 peserta yang berangkat terdiri dari 15 dai dan 5 daiyah yang berasal dari kalangan penyuluh agama, akademisi, penghulu, dan pimpinan ormas Islam. Mereka akan menjalani pelatihan di UEA hingga 22 November 2025.

“Program ini bukan sekadar forum belajar, tetapi momentum penguatan diplomasi keagamaan. Ini bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral dan mempertegas posisi Indonesia dalam percakapan global tentang Islam moderat,” kata Ali.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas selama mengikuti pelatihan.

“Setiap perilaku dan sikap para peserta mencerminkan citra bangsa. Karena itu, jagalah nama baik Indonesia sebagai negara dengan Islam yang ramah dan berkeadaban,” tegasnya.

Baca Juga: BRI Dorong 720 UMKM Naik Kelas Lewat Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2025

Program Daurah Dai dan Daiyah ini telah berjalan selama tiga angkatan dan terus mendapat sambutan positif dari kedua negara. Ali berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Semoga dari angkatan ketiga ini lahir dai dan daiyah yang mampu menjadi duta bangsa di dunia internasional. Kami berharap program ini terus berlanjut hingga ribuan angkatan ke depan,” pungkasnya.

Program Daurah Dai dan Daiyah bukan hanya sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga simbol diplomasi keagamaan Indonesia di level global.

Dengan adanya langkah ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam menyiapkan dai dan daiyah yang berwawasan global, profesional, dan berjiwa moderat — mencerminkan wajah Islam Indonesia yang damai, inklusif, dan tampil di kancah global.***

Tags:
kemenag Internasional Khazanah Islam Islam

Komentar Pengguna