Keboncinta.com-- Semangat belajar para guru tetap terlihat kuat meskipun sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Hal ini tercermin dari antusiasme para pendidik yang mengikuti program Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan.
Program pelatihan ini dirancang untuk membantu guru meningkatkan kompetensi di era digital, khususnya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun materi pembelajaran yang lebih menarik, sistematis, dan mendalam.
Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menyampaikan apresiasinya terhadap para guru yang tetap menunjukkan semangat tinggi dalam meningkatkan kapasitas diri meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, Ramadan justru dapat menjadi momentum yang tepat bagi para pendidik untuk memperkuat komitmen dan dedikasi dalam dunia pendidikan.
Baca Juga: Pemerintah Berlakukan Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
“Bulan Ramadan bukanlah penghalang untuk belajar, melainkan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas pengabdian sebagai pendidik,” ujar Mastuki di Ciputat, Sabtu (7/3/2026).
Melalui program ini, pihaknya ingin menghadirkan solusi praktis bagi guru agar mampu mengembangkan bahan ajar yang lebih kreatif dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan.
Pelatihan AI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Sesi pelatihan kali ini mengangkat tema “The Ultimate Smart Teaching Hack: Menciptakan Materi Ajar Kreatif dan Mendalam dengan NotebookLM.” Dalam kegiatan tersebut, hadir Nuraini, Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, sebagai narasumber utama.
Baca Juga: BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Cair Rp600 Ribu! Cek Status Penerima dan Jadwal Pencairannya Sekarang
Dalam paparannya, Nuraini menjelaskan bahwa banyak guru menghadapi kesulitan saat harus mengolah berbagai sumber pembelajaran, seperti buku teks, jurnal ilmiah, hingga regulasi pendidikan.
Keterbatasan waktu sering kali membuat proses penyusunan materi ajar menjadi cukup menantang. Oleh karena itu, teknologi AI dapat menjadi solusi yang membantu guru bekerja lebih efisien.
Ia mencontohkan penggunaan NotebookLM, sebuah alat berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu guru merangkum dokumen pembelajaran, menganalisis informasi penting, hingga mengembangkan materi ajar secara lebih cepat dan terstruktur.
“Dengan NotebookLM, guru dapat mengolah berbagai sumber belajar menjadi ringkasan, studi kasus, bahkan soal evaluasi pembelajaran dengan lebih sistematis,” jelasnya.
Nuraini menegaskan bahwa konsep smart teaching tidak sekadar memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Lebih dari itu, guru perlu memahami cara menggunakan teknologi secara strategis agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Teknologi AI memungkinkan sumber belajar yang kompleks diolah menjadi materi yang lebih terstruktur, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu guru menghemat waktu dalam menyiapkan bahan ajar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Melalui pelatihan ini, para peserta juga dibekali berbagai keterampilan praktis, di antaranya:
Merangkum sumber belajar secara otomatis menggunakan AI
Mengolah referensi menjadi materi ajar yang sistematis
Menyusun bahan pembelajaran interaktif yang lebih menarik bagi siswa
Program Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026 pukul 13.00–14.30 WIB dan terbuka bagi para guru yang ingin meningkatkan kompetensi digitalnya.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Mastuki berharap para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan secara teori, tetapi juga mampu langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Ia menegaskan bahwa adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci penting agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui inisiatif ini, transformasi digital pendidikan di lingkungan Kementerian Agama diharapkan semakin berkembang dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif bagi generasi masa depan.***