Presiden Prabowo Subianto berencana menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi maksimal 5% per tahun. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini menghadapi bunga pinjaman relatif tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penyesuaian subsidi bunga KUR dari sebelumnya 6% menjadi 5%.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Sudarto, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi bunga KUR sebesar Rp36 triliun.
Anggaran tersebut sebelumnya digunakan untuk menopang bunga KUR sebesar 6% per tahun. Kini, pemerintah tengah menghitung kebutuhan tambahan subsidi jika bunga diturunkan menjadi 5%.
“Terkait perubahan KUR dari 6% ke 5%, saat ini pagu subsidi bunga Rp36 triliun,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBNkita di Jakarta.
Meski begitu, detail perhitungan tambahan anggaran masih dalam tahap finalisasi dan akan segera diumumkan secara resmi.
Baca juga : Instruksi Tegas Prabowo: Kampus Harus Ikut Atasi Masalah Sampah!
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Dengan bunga yang lebih rendah, pelaku usaha diharapkan dapat lebih mudah mengakses pembiayaan tanpa terbebani cicilan yang tinggi. Hal ini juga berpotensi meningkatkan daya saing usaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.
Selain itu, penurunan bunga KUR diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas usaha di sektor riil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti tingginya bunga pinjaman yang kerap dihadapi masyarakat kecil.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Prabowo menyebut bunga pinjaman yang diterima rakyat kecil bisa mencapai 70% per tahun.
“Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70% setahun,” ujar Prabowo.
Pernyataan ini menjadi dasar dorongan pemerintah untuk menata ulang sistem pembiayaan agar lebih adil dan terjangkau.
Prabowo juga telah memberikan arahan langsung kepada bank-bank milik negara untuk mendukung kebijakan ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengucurkan kredit dengan bunga maksimal 5% melalui bank BUMN.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.
Penurunan bunga KUR diyakini akan memberikan efek positif yang luas, terutama bagi sektor UMKM.
Dengan bunga lebih rendah, lebih banyak pelaku usaha dapat mengakses kredit formal dibandingkan pinjaman informal yang bunganya tinggi. Hal ini juga mendukung inklusi keuangan di Indonesia.
Jika kebijakan ini berjalan efektif, bukan hanya UMKM yang diuntungkan, tetapi juga perekonomian nasional secara keseluruhan.
Baca juga : Siap-Siap! BBM RON 92 Berpotensi Naik, Ini Kata Bahlil
Rencana penurunan bunga KUR menjadi 5% merupakan langkah strategis pemerintah untuk membantu masyarakat kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
Dengan dukungan anggaran subsidi dari Kemenkeu dan keterlibatan bank BUMN, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.