Internasional
Rahman Abdullah

Jejak Soekarno hingga Imam Al-Bukhari, Indonesia-Uzbekistan Perkuat Hubungan Keislaman

Jejak Soekarno hingga Imam Al-Bukhari, Indonesia-Uzbekistan Perkuat Hubungan Keislaman

12 September 2026 | 19:58

Keboncinta.com-- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mendorong penguatan hubungan dengan Uzbekistan melalui kerja sama di bidang wisata religi, hubungan antarmasyarakat, dan pertukaran pengetahuan keislaman.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) dengan jajaran Muslim Board of Uzbekistan di Tashkent. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan Indonesia dan Uzbekistan yang memiliki kedekatan sejarah serta tradisi keislaman.

Menhaj menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Uzbekistan. Menurutnya, kesamaan tradisi Islam, budaya keramahan, serta karakter masyarakat kedua negara menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang semakin erat.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia maupun Uzbekistan.

Baca Juga: PIP 2026 Bukan Sekadar Soal Pencairan, Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua soal Penetapan Penerima

Wisata Religi Jadi Potensi Kerja Sama

Salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah wisata religi.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Sementara itu, Uzbekistan memiliki berbagai peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan peradaban Islam.

Salah satu lokasi yang memiliki daya tarik khusus bagi masyarakat Muslim Indonesia adalah kompleks Imam Al-Bukhari di Samarkand.

Nama Imam Al-Bukhari memiliki kedekatan yang kuat dengan umat Islam di Indonesia, terutama karena kontribusinya dalam bidang keilmuan hadis. Karena itu, keberadaan kompleks tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jembatan yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Menhaj juga mengapresiasi langkah Pemerintah Uzbekistan dalam mengembangkan kompleks Imam Al-Bukhari. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengenal secara langsung warisan sejarah dan peradaban Islam di Uzbekistan.

Indonesia Kenalkan Potensi Wisata Religi

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga memperkenalkan berbagai potensi wisata religi yang dimiliki kepada pihak Uzbekistan.

Salah satunya adalah Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang selama ini dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Kekayaan tradisi dan kehidupan keislaman di Lombok dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dari Uzbekistan.

Pertukaran kunjungan wisata religi antara kedua negara diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pariwisata. Kegiatan tersebut juga dapat membuka ruang pertemuan antarmasyarakat dan memperkuat pemahaman terhadap budaya serta tradisi Islam masing-masing negara.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji 2027 Makin Ketat, 680 Calon Ikuti CAT Tahap II di 32 Titik

Muslim Board Uzbekistan Sambut Baik Kunjungan Indonesia

Jajaran Muslim Board of Uzbekistan menyambut positif kedatangan delegasi Indonesia. Mereka berharap hubungan yang telah terjalin selama ini dapat semakin dekat dan berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama.

Pihak Uzbekistan juga menyampaikan kesiapan untuk terus menyambut masyarakat Indonesia yang ingin melakukan kunjungan maupun ziarah ke berbagai lokasi bersejarah Islam di negara tersebut.

Keterbukaan tersebut menjadi peluang untuk memperluas hubungan masyarakat Muslim Indonesia dan Uzbekistan, khususnya melalui kegiatan wisata religi dan pertukaran pengetahuan keislaman.

Ada Jejak Sejarah Hubungan Indonesia-Uzbekistan

Kedekatan Indonesia dan Uzbekistan bukan hanya dibangun melalui hubungan masa kini. Kedua negara juga memiliki catatan sejarah yang memperlihatkan adanya hubungan dengan warisan peradaban Islam Uzbekistan.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah berkunjung ke kompleks Imam Al-Bukhari. Kunjungan tersebut menjadi salah satu simbol hubungan historis antara Indonesia dengan Uzbekistan.

Jejak sejarah tersebut turut menjadi landasan penting dalam membangun hubungan yang lebih erat di masa sekarang, terutama dalam bidang kebudayaan dan keislaman.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2026 Segera Perpanjang Kontrak, Ini Dokumen dan Batas Waktu yang Perlu Disiapkan

Kerja Sama Pendidikan Islam Ikut Didorong

Selain wisata religi, pertemuan tersebut juga membuka peluang penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengetahuan keislaman.

Pertukaran pengalaman dan wawasan antara kedua negara diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkaya pengetahuan serta memperkuat hubungan antarlembaga dan masyarakat Muslim.

Kerja sama semacam ini juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan tradisi keilmuan Islam yang berkembang di Indonesia dan Uzbekistan.

Hubungan Masyarakat Muslim Diharapkan Semakin Erat

Menhaj berharap pertemuan dengan Muslim Board of Uzbekistan tidak berhenti sebagai pertemuan diplomatik, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama yang lebih konkret.

Pengembangan wisata religi, pertukaran pengetahuan keislaman, serta kunjungan masyarakat menjadi beberapa bidang yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Dengan memiliki kesamaan tradisi keislaman dan hubungan historis, Indonesia dan Uzbekistan memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama sekaligus mempererat hubungan masyarakat Muslim kedua negara.

Baca Juga: TKG Guru Daerah Khusus 2026 Terancam Berubah, Status Desa dan Akurasi Data Jadi Perhatian

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang semakin kuat melalui wisata religi, pendidikan Islam, pertukaran pengalaman, serta interaksi antarmasyarakat yang telah memiliki kedekatan sejarah selama bertahun-tahun.***

Tags:
Internasional Kerja sama Wisata

Komentar Pengguna