Keboncinta.com-- Dalam kehidupan, manusia sering kali baru benar-benar mengingat Allah ketika ujian datang. Saat masalah menghampiri, hati menjadi gelisah, pikiran dipenuhi kekhawatiran, dan pada saat itulah tangan terangkat untuk berdoa. Kita memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan, kekuatan, serta jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi.
Namun, pertanyaannya adalah: apakah setelah ujian itu terlewati kita masih mengingat-Nya?
Sering kali manusia lupa pada nikmat yang diberikan Allah. Ketika sedang berada dalam kesulitan, doa terus dipanjatkan, harapan dititipkan kepada-Nya agar masalah segera selesai. Akan tetapi, saat kebahagiaan datang dan hidup terasa tenang, tidak jarang manusia kembali lalai.
Fenomena ini sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Manusia datang kepada Allah ketika membutuhkan, lalu pergi ketika merasa semuanya telah cukup. Datang, pergi, kemudian kembali lagi. Begitulah sifat manusia yang kerap terjadi.
Meski demikian, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selama manusia masih menyadari kesalahannya dan mau kembali ke jalan yang benar, Allah akan selalu membuka pintu pertolongan. Kesalahan yang pernah terjadi seharusnya menjadi pelajaran agar tidak diulangi di kemudian hari.
Karena itu, jangan pernah melupakan Allah, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan bahagia. Kasih sayang-Nya tidak pernah habis bagi hamba-Nya yang terus kembali kepada-Nya, meskipun berkali-kali jatuh dalam kesalahan.
Ujian yang datang dalam kehidupan manusia sejatinya bisa menjadi bentuk teguran sekaligus pengingat agar kita kembali mendekat kepada Allah. Maka, ujian tersebut sepatutnya disyukuri dan dijalani dengan hati yang tenang serta penuh keikhlasan.
Setiap kesulitan pasti memiliki akhir. Setelah kesulitan, akan datang kebahagiaan. Hal itu merupakan janji yang selalu menyertai perjalanan hidup manusia.
Oleh sebab itu, jangan pernah lupa untuk selalu kembali kepada Allah bukan hanya saat ujian datang, tetapi juga saat nikmat dan kebahagiaan sedang kita rasakan.