Keboncinta.com-- Beberapa tahun terakhir, pilihan untuk belajar semakin banyak.
Dalam satu hari saja, kita bisa menemukan puluhan kelas online, webinar, video tutorial, hingga rekomendasi buku yang semuanya terdengar menarik.
Ada yang menyarankan belajar kecerdasan buatan, bahasa asing, desain grafis, public speaking, analisis data, bahkan investasi.
Semakin banyak pilihan, justru semakin mudah merasa tertinggal.
Akibatnya, banyak orang mencoba mempelajari semuanya sekaligus, tetapi tidak benar-benar menguasai satu pun.
Waktu habis, tenaga terkuras, sementara hasilnya tidak terasa.
Padahal, belajar bukan soal mengumpulkan sebanyak mungkin keterampilan.
Yang lebih penting adalah mengetahui mana yang paling dibutuhkan saat ini.
Setiap orang memiliki tujuan, pekerjaan, dan tantangan yang berbeda.
Skill yang sangat penting bagi seorang programmer belum tentu menjadi prioritas bagi seorang guru, begitu pula sebaliknya.
Karena itulah, menentukan prioritas menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, keterampilan apa yang paling mendukung tujuan yang sedang ingin dicapai?
Apa kemampuan yang dapat menyelesaikan masalah terbesar yang sedang dihadapi?
Dengan cara berpikir seperti ini, proses belajar menjadi lebih terarah dan hasilnya lebih terasa.
Menariknya, satu keterampilan yang dipelajari dengan sungguh-sungguh sering kali memberikan dampak lebih besar daripada lima keterampilan yang dipelajari setengah-setengah.
Ketika seseorang fokus mengembangkan satu kemampuan hingga benar-benar bisa diterapkan, rasa percaya diri akan tumbuh.
Dari sana, muncul motivasi untuk mempelajari hal lain yang saling melengkapi.
Proses ini jauh lebih efektif dibanding terus berpindah dari satu topik ke topik lain hanya karena mengikuti tren.
Tidak semua hal yang populer harus segera dipelajari.
Tren bisa berubah, tetapi kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan diri akan selalu memberikan manfaat yang lebih panjang.