Keboncinta.com - Keterbatasan lahan pertanian tidak membendung semangat warga Padukuhan Kergan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk terus berinovasi.
Melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang sebelumnya kurang produktif, kawasan ini berhasil disulap menjadi pusat budidaya ikan gurami ramah lingkungan yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal.
Ketua Kelompok Tani Mina Mulya sekaligus pengelola Kampung Wisata Edukasi Kampung Gurami, Sunarto, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan warga yang mayoritas berlatar belakang petani tradisional.
Mengingat lahan pertanian yang makin terbatas dan tidak dapat diperluas, warga melihat peluang besar pada pekarangan rumah untuk dialihfungsikan sebagai kolam budidaya perikanan darat.
Gagasan ini berawal sejak tahun 2008 saat masyarakat setempat membentuk Kelompok Mina Mulya untuk mencoba peruntungan di bidang pembenihan ikan. Seiring bertambahnya pengalaman dan keahlian, kelompok ini mulai merambah ke sektor pembesaran ikan gurami secara intensif sejak tahun 2011.
Pemilihan komoditas gurami didasari oleh sifat ikan yang adaptif, mudah dipelihara, serta tidak membutuhkan debit air mengalir yang melimpah.
Salah satu keunggulan utama dari metode budidaya di Kampung Kergan adalah fleksibilitas media. Budidaya tidak menuntut lahan persawahan yang luas maupun kolam tanah berukuran besar. Warga memanfaatkan kolam terpal berbentuk kotak maupun bulat yang ditempatkan langsung di pekarangan rumah.
Kedalaman air diatur ideal antara 80 sentimeter hingga satu meter dengan tingkat kepadatan tebar sekitar 10 ekor per meter persegi demi menjaga kestabilan kualitas air dan kesehatan ikan.
Kunci keberhasilan budidaya ini juga terletak pada efisiensi biaya operasional pakan. Sunarto menjelaskan bahwa ikan gurami memiliki toleransi tinggi terhadap pakan alami berupa dedaunan hijau yang melimpah di lingkungan sekitar desa.
Kelompok Mina Mulya menerapkan kombinasi pakan berupa 40 hingga 50 persen pelet pabrikan berprotein tinggi dan sisanya dipenuhi dari dedaunan segar. Strategi pemanfaatan pakan hijau ini mampu menekan pengeluaran pakan secara signifikan sekaligus menghasilkan margin keuntungan yang lebih optimal bagi para peternak.
Selain penggunaan pakan hijau, keberadaan tanaman eceng gondok di dalam kolam terpal turut menjadi bagian dari teknik budidaya. Tanaman air ini berfungsi menyerap kandungan amoniak sisa kotoran ikan, menyediakan cadangan pakan alami saat kolam ditinggal bepergian, serta menciptakan suasana ekosistem buatan yang menyerupai habitat alami gurami.
Dari beberapa kolam percontohan di awal berdiri, kini Kampung Kergan telah berkembang pesat dengan memiliki lebih dari 235 kolam aktif. Jaringan kemitraan atau sistem plasma bahkan telah meluas ke hampir 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Bantul. Melalui branding "Kampung Gurami", lokasi ini tidak hanya menjadi sentra produksi pasokan ikan gurami siap konsumsi, tetapi juga bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi budidaya perikanan darat bagi masyarakat luas. (swd)