Berita
Admin

Indramayu Luncurkan Kota Wakaf, Dorong Ekonomi Umat dari Dana Sosial Keagamaan

Indramayu Luncurkan Kota Wakaf, Dorong Ekonomi Umat dari Dana Sosial Keagamaan

08 November 2025 | 10:35

Keboncinta.com-- Giat membangun Kota Wakaf terus meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Kabupaten Indramayu menjadi tuan rumah peluncuran inisiatif besar tersebut, yang terintegrasi dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf).

Program ini resmi diluncurkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jumat (7/11/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, Bupati Indramayu Lucky Hakim, serta perwakilan BAZNAS, BWI, ATR/BPN, dan para tokoh agama setempat.

Baca Juga: Jawab Tantangan Zaman, Kemenag Bentuk Direktorat Vokasi Madrasah untuk Cetak Generasi Unggul di 2045

Menurut Abu Rokhmad, zakat dan wakaf bukan sekadar amal sosial, melainkan instrumen ekonomi umat yang dapat menciptakan kemandirian masyarakat. “Dana umat harus dikelola secara produktif agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penguatan pengelolaan zakat dan wakaf merupakan bagian dari implementasi PMA Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif.

Melalui regulasi ini, zakat dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha mikro, pelatihan keterampilan, dan bantuan modal usaha, sehingga mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki.

Peluncuran Kota Wakaf Indramayu disebut menjadi tonggak baru penguatan ekonomi umat. “Salat dan zakat selalu disandingkan dalam Al-Qur’an. Begitu juga wakaf, yang menjadi sarana membangun ekonomi umat,” ujar Abu Rokhmad.

Baca Juga: Segelas Susu Setiap Hari: Kunci Energi dan Kesehatan Tubuh yang Seimbang

Sementara itu, Waryono Abdul Ghafur menambahkan bahwa program ini berbasis dana umat, bukan APBN. “Zakat dan wakaf dikumpulkan dari umat dan kembali untuk umat. Inilah bentuk kemandirian sosial ekonomi yang sebenarnya,” ungkapnya.

Hingga 2025, Indramayu tercatat memiliki 2.281 bidang tanah wakaf dengan luas lebih dari 3,1 juta meter persegi, dan jumlah tersebut terus bertambah setiap tahun. Hal ini menjadi potensi besar dalam membangun ekonomi berbasis aset wakaf produktif.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, menegaskan pentingnya gerakan wakaf uang dalam mendukung Kota Wakaf.

“Wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi daerah. Indramayu sebagai lumbung padi nasional memiliki potensi besar untuk memberdayakan tanah-tanah wakaf,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Cetak Duta Remaja Tangguh: Peer Educator Jadi Agen Perubahan Generasi Berkarakter

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut menyambut baik program ini dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Kota Wakaf ini peluang besar untuk pemberdayaan masyarakat. Dengan tata kelola zakat dan wakaf yang baik, kita bisa membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Peluncuran program ditandai dengan penekanan tombol sirene Kota Wakaf Indramayu, disusul dengan penyerahan bantuan program pemberdayaan umat senilai total sekitar Rp430 juta.

Bantuan tersebut mencakup inkubasi wakaf produktif, santunan anak yatim, bantuan operasional BWI, dan dukungan ekonomi untuk santri serta masyarakat kecil.

Baca Juga: Khalifah Abu Bakar dan Misi Menyatukan Umat Islam Kembali melalui Perang Riddah

Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjadikan wakaf dan zakat sebagai fondasi ekonomi umat yang kuat, modern.***

Tags:
berita nasional kemenag Zakat Wakaf

Komentar Pengguna