Keboncinta.com-- Google tengah mempersiapkan peningkatan besar pada layanan kecerdasan buatan (AI) Gemini, khususnya untuk kebutuhan pembuatan dan pengeditan gambar.
Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan sedang mengembangkan fitur anotasi langsung pada gambar hasil buatan Gemini, sebuah terobosan yang berpotensi mengubah alur kerja kreator visual.
Fitur anotasi ini memungkinkan pengguna menandai, menggambar, menyorot area tertentu, hingga menambahkan catatan langsung pada gambar tanpa harus mengekspor file ke aplikasi pihak ketiga.
Dengan begitu, proses pengeditan visual dapat dilakukan secara lebih cepat, terkontrol, dan efisien dalam satu platform.
Menurut laporan Digital Trends, Selasa (16/12/2025), Google saat ini tengah menguji tool anotasi langsung di antarmuka Gemini.
Baca Juga: CPNS 2026 Fokus Fresh Graduate, Pemerintah Mulai Regenerasi ASN Nasional
Melalui fitur tersebut, pengguna cukup melingkari bagian gambar yang ingin diubah, lalu memberikan instruksi teks kepada AI.
Misalnya, menghapus objek tertentu, mengganti warna, atau menyesuaikan detail visual lainnya. Pendekatan ini membuat pengeditan menjadi lebih presisi karena AI bekerja berdasarkan petunjuk visual yang jelas.
Selama ini, salah satu kelemahan Gemini terletak pada alur kerja yang masih terbatas. Setiap koreksi detail mengharuskan pengguna memindahkan gambar ke aplikasi pengeditan lain, yang tentu memakan waktu dan kurang ideal bagi kreator dengan tenggat ketat.
Kehadiran anotasi bawaan ini berpotensi menjadikan Gemini sebagai ruang kerja kreatif terpadu, mulai dari pembuatan gambar hingga penyuntingan detail tingkat lanjut.
Meski belum diumumkan secara resmi, fitur anotasi Gemini diperkirakan membawa sejumlah kemampuan baru, seperti antarmuka markup bawaan untuk menggambar atau menyorot area gambar, kontrol pengeditan presisi dengan melingkari objek, serta instruksi visual langsung untuk mempercepat proses penyuntingan.
Baca Juga: Gen Z Mulai “Rawdogging” Duduk Diam Tanpa Layar untuk Rebut Kembali Fokus
Selain itu, Google juga disebut sedang menguji kemampuan Gemini untuk menjelaskan apa pun yang tampil di layar tanpa perlu penandaan khusus. Fitur ini akan membuat interaksi pengguna dengan AI menjadi lebih intuitif dan natural.
Di sisi lain, Google mulai mengetatkan akses gratis ke Gemini 3 Pro. Mengutip 9to5Google, pengguna gratis yang sebelumnya mendapatkan kuota hingga lima perintah per hari kini hanya dijanjikan akses dasar, dengan batas harian yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat menggunakan fitur penalaran tingkat lanjut.
Google mengakui kebijakan ini diambil karena tingginya permintaan layanan AI, sehingga penyesuaian kapasitas diperlukan demi menjaga kualitas layanan.
Walau belum ada kepastian jadwal rilis fitur anotasi, berbagai temuan tersebut menunjukkan keseriusan Google dalam mengembangkan Gemini sebagai alat kreatif profesional, bukan sekadar chatbot berbasis teks.
Baca Juga: 4 Manfaat Anak Tidak Menggunakan Media Sosial, Orang Tua Wajib Tahu!
Dengan integrasi fitur visual yang semakin matang, Gemini berpotensi menjadi pesaing kuat platform AI generatif lain, khususnya bagi kreator yang membutuhkan kecepatan, presisi, dan fleksibilitas dalam satu ekosistem.***