Keboncinta.com-- Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan anak setelah lahir, tetapi juga ditentukan sejak masa remaja hingga kehamilan. Sayangnya, masih banyak remaja putri dan ibu hamil di Indonesia yang mengalami kekurangan energi dan protein.
Padahal, salah satu sumber gizi yang mudah ditemukan dan kaya nutrisi adalah ikan. Dengan kandungan protein dan omega-3 yang tinggi, ikan berpotensi menjadi solusi sederhana untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini 5 Pola Parenting yang Ampuh Membentuk Karakter Anak Sejak Dini
Upaya memenuhi kebutuhan gizi anak sebaiknya dimulai jauh sebelum bayi dilahirkan. Kondisi kesehatan dan asupan nutrisi calon ibu, bahkan sejak masa remaja, memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan janin dan kualitas kesehatan anak di masa depan.
Data Pemantauan Status Gizi tahun 2016 menunjukkan sekitar 50 persen ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan energi dan protein. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin dan berdampak pada kesehatan bayi setelah lahir.
Sementara itu, hasil Pemantauan Status Gizi tahun 2017 mencatat sekitar 32 persen remaja putri berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang tidak seimbang atau kebiasaan menjalani diet yang kurang tepat.
Padahal, status gizi remaja putri akan memengaruhi kesehatan reproduksi mereka di masa depan. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, risiko melahirkan bayi dengan masalah pertumbuhan, termasuk stunting, dapat meningkat.
Salah satu cara memenuhi kebutuhan energi dan protein adalah dengan rutin mengonsumsi ikan. Selain mudah diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau, ikan juga mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Ikan kembung, misalnya, dikenal memiliki kandungan protein sekitar 22 persen serta asam lemak omega-3 yang tinggi. Kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan jaringan tubuh, perkembangan otak janin, serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
Konsumsi ikan secara rutin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian yang sangat dibutuhkan oleh remaja putri, ibu hamil, maupun anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.
Meski kaya manfaat, tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah masih berkembangnya berbagai mitos yang menyebutkan bahwa ikan tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil.
Anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah jika ikan yang dikonsumsi berasal dari jenis yang aman, segar, dan diolah dengan benar. Justru, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat dianjurkan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Selain faktor mitos, sebagian masyarakat juga belum mengetahui cara mengolah ikan agar lebih lezat dan tidak berbau amis. Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, ikan dapat menjadi menu favorit seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.
Membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membangun pola makan sehat. Orang tua dapat menyajikan ikan dalam berbagai variasi menu yang menarik, seperti bakso ikan, nugget ikan, sup, pepes, atau olahan lainnya agar anak lebih mudah menyukainya.
Dengan membangun kebiasaan makan ikan sejak kecil, kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan omega-3 anak dapat terpenuhi sehingga mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasannya.
Mencegah stunting bukan hanya dimulai saat anak lahir, tetapi sejak remaja, masa kehamilan, hingga penerapan pola makan sehat dalam keluarga. Menjadikan ikan sebagai menu rutin merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan generasi masa depan.***