Keboncinta.com-- Sahur sering kali dianggap sekadar formalitas. Bangun dengan mata setengah terbuka, makan seadanya, lalu kembali tidur. Padahal, justru di waktu inilah tubuh dibicarakan sedang mengisi bahan bakar untuk bertahan hampir seharian tanpa asupan makanan dan minuman. Jika menu sahur tidak tepat, rasa lemas, pusing, bahkan sulit konsentrasi bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan.
Tubuh manusia bekerja seperti mesin yang membutuhkan energi stabil. Ketika berpuasa, kadar gula darah perlahan menurun. Karena itu, pilihan makanan saat sahur sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu melepaskan energi secara perlahan dan konsisten.
Karbohidrat tetap dibutuhkan, tetapi jenisnya perlu diperhatikan. Nasi putih memang cepat memberi rasa kenyang, namun juga cepat meningkatkan dan menurunkan gula darah. Alternatif seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum utuh, atau kentang rebus cenderung lebih stabil karena mengandung serat lebih tinggi. Serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepaskan bertahap.
Protein juga berperan penting menjaga stamina. Telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan membantu memperbaiki jaringan tubuh sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein adalah pasangan ideal untuk sahur yang seimbang.
Jangan lupakan sayur dan buah. Selain menyediakan vitamin dan mineral, kandungan seratnya membantu sistem pencernaan tetap nyaman selama puasa. Buah seperti pisang, kurma, atau apel bisa menjadi pilihan praktis. Kurma sendiri mengandung gula alami yang cukup cepat diserap tubuh, sehingga sering dijadikan pembuka makan.
Air putih adalah kunci yang sering diremehkan. Dehidrasi menjadi penyebab utama rasa lemas saat puasa. Minumlah cukup air saat sahur, tetapi tidak berlebihan sekaligus. Pola minum yang bertahap sejak malam hingga sahur membantu tubuh tetap terhidrasi lebih baik.
Sebaliknya, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi. Makanan terlalu asin dapat memicu rasa haus lebih cepat. Gorengan berlebihan bisa membuat lambung terasa berat dan tidak nyaman. Minuman berkafein seperti kopi dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.