Parenting
Azzahra Esa Nabila

15 Detik yang Mengubah Cara Kita Melihat Diri: Reels dan Tarik-Ulur Self-Esteem

15 Detik yang Mengubah Cara Kita Melihat Diri: Reels dan Tarik-Ulur Self-Esteem

29 April 2026 | 09:39

Keboncinta.com--  hanya satu video. Lalu bergulir ke video berikutnya. Tanpa terasa, kita sudah menonton puluhan potongan hidup orang lain yang semuanya tampak menarik, rapi, dan sering kali “sempurna”. Di tengah arus cepat Instagram Reels, hiburan berubah menjadi cermin. Dan di situlah, self-esteem mulai ikut terlibat.

Reels dirancang untuk singkat, cepat, dan memikat. Dalam 15–30 detik, sebuah konten harus mampu menarik perhatian. Akibatnya, yang ditampilkan biasanya adalah versi terbaik: momen paling bahagia, pencapaian paling menonjol, penampilan paling menarik. Secara tidak langsung, kita terpapar standar yang tinggi berulang-ulang, setiap hari. Dalam perspektif Psikologi, hal ini berkaitan dengan social comparison, kecenderungan manusia untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketika perbandingan ini terjadi terus-menerus, terutama dengan konten yang sudah “dipoles”, dampaknya bisa mengarah pada penurunan self-esteem.

Kita mulai bertanya hal-hal kecil yang lama-lama terasa besar: “Kenapa hidupku tidak se-seru itu?” atau “Kenapa aku belum seperti mereka?”

Padahal, yang kita lihat hanyalah potongan. Namun, cerita Reels tidak selalu berujung negatif. Banyak juga konten yang justru memberi inspirasi tentang perjalanan belajar, proses bangkit dari kegagalan, atau cerita sederhana yang terasa dekat. Dalam kasus ini, Reels bisa menjadi sumber motivasi, bukan tekanan.

Perbedaannya sering terletak pada cara kita mengonsumsi. Ketika kita menonton tanpa jeda, tanpa refleksi, kita cenderung menyerap semua hal sebagai “standar”. Tetapi ketika kita sadar bahwa setiap konten adalah hasil pilihan, apa yang ditampilkan dan apa yang disembunyikan, kita mulai punya jarak.

Jarak ini penting.

Karena memberi ruang untuk memahami bahwa hidup tidak selalu secepat transisi video, tidak selalu serapi editing, dan tidak selalu seindah filter. Ada proses yang tidak terlihat, ada kegagalan yang tidak diunggah. Membangun self-esteem di tengah arus seperti ini berarti belajar kembali melihat diri sendiri dengan lebih adil. Menghargai proses, bukan hanya hasil. Menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh seberapa mirip kita dengan orang lain. Reels bisa tetap dinikmati sebagai hiburan, sebagai inspirasi, bahkan sebagai tempat berekspresi. Namun, penting untuk tidak menjadikannya sebagai satu-satunya perbandingan yang justru malah merugikan.

Tags:
Gen Z Lifestyle Love my self Self Growth

Komentar Pengguna