Khazanah
Rahman Abdullah

Waktu Shalat Dhuha yang Tepat, Mulai Jam Berapa dan Berapa Rakaat yang Dianjurkan?

Waktu Shalat Dhuha yang Tepat, Mulai Jam Berapa dan Berapa Rakaat yang Dianjurkan?

26 Oktober 2026 | 18:43

KebonCinta.com-- Shalat dhuha menjadi salah satu ibadah sunah yang bisa dilakukan umat Islam untuk mengawali aktivitas pagi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan sehari-hari, ibadah ini dapat menjadi kesempatan untuk meluangkan waktu sejenak, berdoa, dan menjaga kebiasaan beribadah secara istiqamah.

Meski cukup dikenal, masih ada pertanyaan yang kerap muncul mengenai pelaksanaannya. Kapan waktu shalat dhuha dimulai? Sampai jam berapa ibadah ini boleh dikerjakan? Lalu, berapa jumlah rakaat yang dianjurkan?

Memahami waktu pelaksanaannya penting agar shalat dhuha dilakukan sesuai ketentuan fikih. Selain mengetahui batas awal dan akhirnya, umat Islam juga dapat mempelajari waktu yang dinilai lebih utama serta jumlah rakaat yang bisa dipilih.

Baca Juga: Panduan Shalat Rawatib Lengkap, Bacaan Niat, Jumlah Rakaat, dan Waktu Pelaksanaannya 

Shalat Dhuha Bisa Dimulai Sekitar 15–20 Menit Setelah Matahari Terbit

Secara umum, shalat dhuha mulai dapat dikerjakan setelah matahari terbit dan naik dari ufuk hingga mencapai ketinggian yang cukup. Dalam penjelasan fikih, keadaan ini digambarkan dengan istilah irtifa' qadr rumh, yakni matahari telah naik setinggi satu tombak menurut perkiraan pandangan mata.

Jika dikonversikan ke dalam waktu, kondisi tersebut umumnya diperkirakan sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit. Karena waktu terbit matahari berbeda-beda menurut lokasi dan tanggal, jam pelaksanaan shalat dhuha tidak selalu sama di setiap daerah.

Oleh sebab itu, umat Islam sebaiknya memeriksa jadwal matahari terbit di wilayah masing-masing, kemudian memberi jeda sekitar 15–20 menit sebelum melaksanakan shalat dhuha. Angka tersebut merupakan perkiraan praktis, bukan patokan jam yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.

Penjelasan mengenai ukuran tersebut terdapat dalam kitab Al-Fiqh Al-Muyassar, halaman 66. Kitab tersebut menerangkan bahwa awal waktu dhuha dimulai ketika matahari terbit hingga naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata, yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar seperempat hingga sepertiga jam.

Sampai Jam Berapa Shalat Dhuha Boleh Dilaksanakan?

Waktu shalat dhuha berlangsung setelah matahari naik hingga menjelang waktu zawal, yaitu ketika matahari mencapai posisi tertinggi sebelum mulai condong ke arah barat. Batas akhirnya berada sesaat sebelum masuk waktu Zuhur.

Dengan demikian, shalat dhuha tidak hanya dapat dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00, tetapi juga masih bisa dikerjakan menjelang siang selama belum memasuki waktu terlarang sebelum Zuhur.

Meski begitu, penentuan waktunya sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan jam. Jadwal waktu salat setempat dapat membantu mengetahui waktu Zuhur, sedangkan waktu terbit matahari menjadi acuan untuk menentukan awal pelaksanaan dhuha.

Hal ini penting karena posisi matahari berubah mengikuti lokasi geografis dan waktu sepanjang tahun.

Baca Juga: 5 Kelemahan Pelaku Bullying yang Perlu Dipahami Guru agar Perundungan Bisa Dicegah 

Waktu Paling Utama untuk Melaksanakan Shalat Dhuha

Shalat dhuha dapat dilakukan sejak awal waktunya hingga menjelang Zuhur. Namun, sejumlah penjelasan ulama menyebutkan bahwa waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah meninggi dan panasnya mulai terasa.

Dalam praktik sehari-hari, waktu tersebut sering dijumpai pada pertengahan pagi, misalnya sekitar pukul 09.00 hingga 11.00. Akan tetapi, rentang ini hanya gambaran umum dan bukan ketentuan waktu yang mutlak untuk semua daerah.

Dalam kitab Mirqah Al-Mafatih Syarh Misykah Al-Masabih, jilid 3 halaman 354, dijelaskan bahwa awal waktu dhuha adalah ketika matahari telah terbit dan naik, sedangkan batas akhirnya mendekati istiwa'. Waktu yang lebih utama disebut berada pada bagian pertengahan siang.

Hikmah dari anjuran tersebut antara lain agar waktu-waktu dalam sehari tetap diisi dengan ibadah salat. Meski demikian, umat Islam yang hanya memiliki kesempatan pada awal waktu dhuha tetap dapat melaksanakannya selama sudah masuk waktu yang diperbolehkan.

Berapa Rakaat Shalat Dhuha yang Dianjurkan?

Shalat dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat. Bagi umat Islam yang memiliki waktu lebih longgar, ibadah ini dapat ditunaikan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak.

Dalam penjelasan fikih yang dikutip dari kitab Fath Al-'Aziz Syarh Al-Wajiz, jilid 4 halaman 257, disebutkan bahwa delapan rakaat merupakan jumlah yang utama, sedangkan batas maksimal menurut pendapat yang dikutip dalam sumber tersebut adalah dua belas rakaat.

Shalat dhuha dapat dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat, dengan salam pada setiap dua rakaat. Dengan cara ini, seseorang dapat menyesuaikan jumlah rakaat dengan waktu dan kemampuannya tanpa harus memaksakan diri.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga keikhlasan dan konsistensi dalam beribadah. Dua rakaat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tetap merupakan pilihan yang baik bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu.

Surat yang Dianjurkan Saat Shalat Dhuha

Setelah membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat, seseorang dapat membaca surah Al-Qur'an yang dihafalnya. Tidak ada keharusan membaca surah tertentu agar shalat dhuha dianggap sah.

Dalam sejumlah penjelasan ulama, Surah Asy-Syams dan Surah Ad-Dhuha disebut sebagai bacaan yang dianjurkan untuk shalat dhuha.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Shalat dhuha Waktu Dhuha Rakaat Dhuha

Komentar Pengguna