Keboncinta.com-- Mobil listrik bekas mulai semakin mudah ditemukan di pasar otomotif Indonesia. Pilihannya tidak lagi terbatas pada satu atau dua model. Konsumen kini dapat menemukan berbagai EV bekas dengan tahun produksi dan harga yang berbeda, sehingga membeli kendaraan listrik tidak selalu harus dimulai dari mobil baru.
Lalu, seperti apa tren harga mobil listrik bekas di Indonesia yang perlu diperhatikan konsumen pada 2026?
1. Harga Bekas Sangat Beragam
Data listing OTO pada September 2026 menunjukkan perbedaan harga yang cukup lebar antar-model. Wuling EV bekas, misalnya, tersedia mulai sekitar Rp105 juta, sedangkan BYD bekas tercatat mulai sekitar Rp310 juta. MG 4 EV bekas juga tersedia mulai sekitar Rp270 juta. Angka tersebut merupakan harga listing, bukan patokan harga transaksi final.
2. Depresiasi Masih Menjadi Tantangan
GAIKINDO mengutip data internal OLXmobbi yang menunjukkan depresiasi BEV sekitar 35–60 persen per tahun, sementara mobil ICE dan hybrid berada di kisaran 10–15 persen per tahun. Cepatnya pembaruan model dan masih terbatasnya pembiayaan untuk mobil listrik bekas menjadi beberapa faktor yang disebut memengaruhi kondisi tersebut.
3. Kondisi Baterai Semakin Penting
Harga murah belum tentu menjadi pilihan terbaik. Baterai merupakan komponen penting yang perlu diperiksa karena usia dan kondisinya berkaitan dengan kemampuan kendaraan. Riwayat perawatan serta garansi baterai juga layak ditanyakan sebelum transaksi.
Karena itu, jangan hanya mencari EV bekas dengan harga paling murah. Bandingkan harga beberapa model, periksa kondisi baterai, lihat reputasi kendaraan, dan pertimbangkan dukungan servisnya. Dengan cara tersebut, harga murah bukan sekadar terlihat menarik di awal, tetapi benar-benar sepadan dengan kondisi mobil yang didapat.