Boleh. Seseorang dapat memohon agar Allah memberikan petunjuk dan menjauhkan dirinya dari pilihan yang buruk bagi agama, dunia, dan akhiratnya. Namun, keputusan hendaknya tidak didasarkan pada prasangka semata. Perlu ada penilaian yang adil terhadap perilaku, akhlak, dan tanggung jawab calon pasangan.
Tidak ada tanda khusus yang dapat dipastikan sebagai bukti bahwa doa telah dikabulkan. Kemudahan, ketenangan, atau perubahan keadaan dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi bukan jaminan mutlak.
Seseorang tetap perlu melakukan istikharah, meminta nasihat, dan mempertimbangkan fakta yang ada. Mimpi atau perasaan tertentu saja tidak cukup untuk menentukan baik buruknya calon pasangan.
Dalam ajaran Islam, doa merupakan bagian dari ikhtiar seorang hamba dan tidak bertentangan dengan keyakinan terhadap takdir Allah. Manusia diperintahkan untuk berusaha, berdoa, dan bertawakal.
Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Karena itu, seseorang dapat memohon agar dipertemukan dengan pasangan yang baik, dijauhkan dari pilihan yang merusak, dan diberi keteguhan menerima keputusan-Nya.
Memohon perlindungan dari pasangan yang membawa keburukan bagi iman merupakan bagian dari ikhtiar menjaga agama dan kehidupan rumah tangga. Doa istikharah, doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74, serta permohonan pribadi dapat menjadi sarana untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.
Namun, doa perlu diiringi dengan usaha yang bijaksana. Kenali calon pasangan melalui proses yang baik, perhatikan akhlak dan tanggung jawabnya, mintalah nasihat dari orang tepercaya, serta jangan mengabaikan tanda-tanda perilaku yang membahayakan.
Tujuan memilih pasangan bukan mencari manusia yang sempurna, melainkan membangun hubungan yang saling mendukung dalam kebaikan. Semoga Allah menganugerahkan pasangan yang menjaga iman, menumbuhkan kasih sayang, dan bersama-sama menapaki jalan takwa.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir