Kekhusyukan membantu seseorang memahami bahwa dirinya membutuhkan pertolongan Allah. Namun, tidak tepat memastikan bahwa doa seseorang tertolak hanya karena ia merasa belum mencapai kekhusyukan tertentu.
Doa mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang ketertarikan fisik atau kecukupan materi. Kualitas iman, akhlak, tanggung jawab, dan kesediaan untuk saling menghormati juga perlu diperhatikan.
Memilih pasangan yang mendukung kebaikan agama dapat membantu suami dan istri membangun kehidupan rumah tangga yang lebih terarah.
Urusan jodoh sering kali menghadirkan kegelisahan karena manusia tidak mengetahui masa depan. Berdoa dan bertawakal dapat membantu seseorang menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang.
Ketenangan tersebut bukan berarti mengabaikan pertimbangan rasional. Sebaliknya, doa dapat menjadi penguat ketika seseorang menjalani proses mengenal calon pasangan dan mengambil keputusan.
Ketika mengharapkan pasangan yang baik, seseorang juga perlu berusaha memperbaiki dirinya. Keimanan, akhlak, tanggung jawab, dan cara berkomunikasi merupakan hal-hal yang dapat terus dikembangkan.
Surah An-Nur ayat 26 berbicara tentang laki-laki dan perempuan yang baik serta yang buruk dalam konteks tertentu. Ayat tersebut tidak sepatutnya dijadikan rumus mutlak bahwa setiap orang baik pasti memperoleh pasangan baik di dunia. Kisah dalam Surah At-Tahrim ayat 10 juga menunjukkan bahwa keadaan pasangan tidak selalu mencerminkan kualitas iman satu sama lain.
Doa merupakan bentuk ibadah dan pengakuan atas keterbatasan manusia. Dengan berdoa, seseorang menyerahkan urusannya kepada Allah sembari tetap melakukan usaha yang dibenarkan.
Kedekatan kepada Allah dapat menjadi landasan dalam menentukan pilihan, sehingga keputusan tidak hanya didorong oleh emosi sesaat atau tekanan dari lingkungan.
Keluarga yang harmonis dibangun melalui iman, kasih sayang, tanggung jawab, dan usaha kedua belah pihak. Doa agar terhindar dari pasangan yang membawa keburukan bagi iman dapat menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.
Namun, pasangan yang baik bukanlah pasangan yang sempurna. Rumah tangga tetap membutuhkan kesediaan untuk belajar, meminta maaf, memperbaiki kesalahan, dan saling menguatkan dalam ketaatan.
Baca Juga: Belum Juga Ketemu Jodoh? Coba Panjatkan Doa Para Nabi Ini di Sepertiga Malam Terakhir
Seseorang dapat membaca doa perlindungan dengan kalimat sendiri, memohon agar Allah menjauhkannya dari hubungan yang merusak agama dan kehidupannya. Doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74 juga dapat diamalkan untuk memohon pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati serta mendukung ketakwaan.
Doa dapat dibaca kapan saja.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir