KebonCinta.com - Tidur selama beberapa jam belum tentu membuat tubuh terasa segar ketika bangun pagi. Terkadang, seseorang masih merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau kurang berenergi meskipun sudah menghabiskan waktu cukup lama di tempat tidur.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur. Selain durasi istirahat, kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kemudahan seseorang untuk tertidur dan kenyamanan selama beristirahat.
Tanpa disadari, aktivitas seperti bermain ponsel hingga larut malam, minum kopi pada waktu yang kurang tepat, atau memiliki jadwal tidur tidak teratur dapat mengganggu pola istirahat.
Baca Juga: Ingin Tubuh Lebih Sehat? Coba 4 Rutinitas Pagi Ini untuk Membantu Mengendalikan Peradangan
Lantas, apa saja kebiasaan yang perlu diwaspadai? Berikut lima kebiasaan yang mengganggu kualitas tidur dan cara mengatasinya.
Menonton video, membalas pesan, membaca berita, hingga menggulir media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Namun, menggunakan ponsel terlalu lama pada malam hari dapat membuat waktu tidur terus tertunda.
Awalnya, seseorang mungkin hanya berniat memeriksa satu pesan atau menonton satu video. Tanpa terasa, waktu berlalu hingga melewati jadwal tidur yang telah direncanakan.
Paparan cahaya dari layar, terutama pada malam hari, juga dapat memengaruhi sinyal biologis yang membantu tubuh mengenali waktu tidur. Sementara itu, konten yang menarik atau memicu emosi bisa membuat pikiran tetap aktif sehingga lebih sulit untuk beristirahat.
Untuk mengatasinya, cobalah menetapkan batas waktu penggunaan ponsel sebelum tidur. Kamu bisa menggantinya dengan membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan aktivitas santai lainnya.
Jika belum terbiasa meninggalkan ponsel, mulailah dengan mengurangi durasi penggunaannya secara bertahap. Hindari pula kebiasaan memeriksa notifikasi berulang kali ketika sudah bersiap untuk tidur.
Kopi sering menjadi pilihan untuk membantu menjaga konsentrasi saat bekerja atau belajar. Namun, kandungan kafein di dalamnya memiliki efek stimulan yang dapat membuat seseorang tetap terjaga selama beberapa jam setelah dikonsumsi.
Karena itu, minum kopi menjelang malam berpotensi menghambat munculnya rasa kantuk atau membuat tidur terasa kurang nyenyak. Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas terhadap kafein, jumlah yang dikonsumsi, dan waktu meminumnya.
Perlu diketahui, kafein tidak hanya terdapat dalam kopi. Teh berkafein, minuman energi, dan beberapa jenis minuman lainnya juga mengandung zat tersebut.
Jika sering mengalami kesulitan tidur, cobalah mengamati hubungan antara waktu mengonsumsi kafein dan kualitas istirahat pada malam hari. Menghindari kafein sekitar enam hingga delapan jam sebelum tidur dapat menjadi langkah awal, meskipun sebagian orang mungkin membutuhkan jeda lebih lama.
Sebagai alternatif, pilih minuman tanpa kafein pada sore atau malam hari agar tetap bisa menikmati minuman favorit tanpa terlalu mengganggu waktu istirahat.
Tidur pada jam yang berbeda-beda dapat membuat pola istirahat menjadi kurang teratur. Misalnya, seseorang terbiasa tidur lebih awal saat hari kerja, tetapi baru berbaring setelah tengah malam ketika akhir pekan tiba.
Perubahan jadwal tersebut dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun tubuh.
Ketika waktu tidur terus bergeser, tubuh bisa lebih sulit menyesuaikan diri dengan jadwal bangun yang diinginkan. Akibatnya, pagi hari terasa lebih berat, terutama jika perubahan tersebut turut mengurangi durasi tidur.
Untuk membantu membentuk pola istirahat yang lebih konsisten, cobalah mempertahankan waktu bangun yang relatif sama setiap hari. Sesuaikan pula waktu tidur agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi.
Rutinitas ini tidak harus langsung sempurna.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir