Tidur siang dapat membantu memulihkan energi setelah beraktivitas. Namun, durasi dan waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sering mengalami kesulitan tidur pada malam hari.
Tidur siang terlalu lama dapat mengurangi dorongan alami tubuh untuk tidur pada malam hari. Dampaknya, kamu mungkin belum merasa mengantuk ketika waktu istirahat tiba.
Jika membutuhkan tidur siang, cobalah membatasi durasinya sekitar 10–20 menit dan melakukannya pada awal siang. Durasi singkat tersebut umumnya lebih kecil kemungkinannya mengganggu tidur malam dibandingkan tidur siang yang terlalu lama atau dilakukan menjelang sore.
Meski begitu, kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Jika tidur siang justru membuatmu sulit terlelap pada malam hari, pertimbangkan untuk mengurangi durasinya atau menyesuaikan waktunya.
Apabila rasa kantuk berlebihan terus muncul meskipun tidur malam sudah cukup, perhatikan kemungkinan faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Perut terasa penuh, kembung, atau muncul gejala asam lambung ketika berbaring bisa mengganggu proses istirahat.
Risiko tersebut dapat meningkat setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau makanan tertentu yang memicu keluhan pencernaan pada individu tertentu.
Untuk mengurangi kemungkinan gangguan, usahakan memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan besar dan waktu berbaring. Jika masih merasa lapar menjelang tidur, camilan ringan bisa menjadi pilihan sesuai kebutuhan tubuh.
Kamu juga tidak perlu menghindari semua jenis makanan pada malam hari. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan porsi, waktu makan, serta respons tubuh terhadap makanan tertentu.
Jika sering mengalami keluhan asam lambung pada malam hari, perhatikan makanan yang memicunya. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila keluhan terjadi berulang atau mulai mengganggu aktivitas.
Bangun dalam keadaan lelah tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan sebelum tidur. Kondisi kesehatan tertentu, stres, gangguan tidur, serta faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Karena itu, memperbaiki kebiasaan sehari-hari merupakan langkah awal, bukan jaminan bahwa semua masalah tidur akan langsung teratasi.
Mulailah dengan mengevaluasi penggunaan ponsel, konsumsi kafein, jadwal tidur, kebiasaan tidur siang, dan waktu makan malam. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk rutinitas istirahat yang lebih baik.
Jika rasa lelah dan kantuk berlebihan tetap terjadi meskipun waktu tidur sudah cukup, terlebih jika disertai dengkuran keras atau sering terbangun pada malam hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan memahami berbagai kebiasaan yang memengaruhi istirahat, kamu bisa mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kualitas tidur dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir