Keboncinta.com-- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menuntut makanan yang bergizi, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kehalalan. Komitmen tersebut kini ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Cinta Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, yang berhasil mengantongi tiga sertifikasi penting sekaligus.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa layanan pangan berkualitas dapat diwujudkan melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Cinta Ciwaringin terus memperkuat kualitas layanan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keseriusan tersebut dibuktikan dengan keberhasilan memperoleh tiga sertifikasi resmi yang menjadi indikator terpenuhinya standar keamanan pangan, kebersihan, dan kehalalan.
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinkes Kab. Cirebon.
Ketiga sertifikasi tersebut meliputi:
Keberadaan sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian kepada penerima manfaat, telah memenuhi standar yang berlaku.
Sertifikat Chef SPPG Kebon Cinta.
Salah satu pencapaian penting diraih pada 26 Juni 2026 ketika SPPG Kebon Cinta Ciwaringin yang dikelola Yayasan Istiqomah Berdaulat Bermartabat resmi memperoleh Sertifikat Halal.
Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa seluruh proses produksi makanan telah melalui verifikasi sesuai ketentuan jaminan produk halal di Indonesia. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian dilakukan dengan memperhatikan standar kehalalan yang berlaku.
Dengan adanya sertifikat ini, masyarakat memperoleh kepastian bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG telah memenuhi aspek halal sekaligus aman untuk dikonsumsi.
Bukti sertifikat halal untuk SPPG Kebon Cinta.
Selain sertifikasi halal, dapur MBG SPPG Kebon Cinta juga telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Sertifikat ini menunjukkan bahwa lingkungan dapur, proses produksi, sanitasi, hingga pengelolaan pangan telah memenuhi persyaratan kesehatan sehingga mampu menghasilkan makanan yang higienis dan aman.
Tak hanya itu, keberadaan Sertifikat Chef turut memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mengelola proses pengolahan makanan, sehingga cita rasa, keamanan, dan mutu makanan tetap terjaga.
Baca Juga: Dosen Wajib Cek SISTER Sebelum Akhir Juni Agar Lolos Verifikasi Peserta Serdos 2026
Menariknya, operasional SPPG Kebon Cinta didominasi tenaga muda yang memiliki semangat tinggi dalam mendukung program nasional MBG.
Kepala SPPG, Muhammad Komando Yudha atau Nando, masih berusia 28 tahun. Sementara posisi Ahli Gizi diemban oleh Shaima Aulia yang berusia 21 tahun, sedangkan pengelolaan administrasi keuangan dipercayakan kepada Ameida Siti Saadah berusia 22 tahun.
Di lapangan, operasional didukung Maulana Ishak sebagai Asisten Lapangan yang mengoordinasikan relawan dari berbagai kelompok usia. Adapun pengawasan kegiatan yayasan dilakukan oleh Kamal Achmad sebagai PIC Yayasan.
Kolaborasi lintas generasi ini menunjukkan bahwa profesionalisme dapat dibangun melalui kompetensi, dedikasi, dan kerja sama yang solid.
Baca Juga: Dosen Wajib Cek SISTER Sebelum Akhir Juni Agar Lolos Verifikasi Peserta Serdos 2026
Komitmen SPPG Kebon Cinta tidak hanya berfokus pada kualitas makanan, tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan.
Fasilitas dapur telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) yang berfungsi mengolah limbah hasil aktivitas dapur sebelum dialirkan ke lingkungan.
Keberadaan IPAL menjadi bagian dari penerapan operasional yang bertanggung jawab sekaligus mendukung keberlanjutan program MBG dalam jangka panjang.

SPPG Kebon Cinta yang berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Wirausaha Kebon Cinta, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 18, Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus berupaya menghadirkan layanan pangan yang memenuhi standar gizi, keamanan, kebersihan, dan kehalalan.
Keberhasilan meraih tiga sertifikasi penting sekaligus menjadi tonggak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pencapaian tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bagi penyedia layanan pangan lainnya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Ingin Jadi Dosen Swasta? Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi, Banyak Lulusan S2 Belum Tahu!
Dengan dukungan Sertifikat Halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Chef, serta fasilitas IPAL, SPPG Kebon Cinta menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjamin keamanan, kebersihan, kualitas pengolahan, serta kepedulian terhadap lingkungan.***