Keboncinta.com-- Kesempatan meningkatkan keterampilan untuk mempersiapkan diri bekerja di luar negeri kembali dibuka melalui Program SMK Go Global Batch 2 Tahun 2026.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau KP2MI membuka pendaftaran mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026.
Pada Batch 2, pemerintah menargetkan sebanyak 27.880 peserta mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.
Program ini menarik karena meskipun menggunakan nama SMK Go Global, peserta tidak dibatasi hanya untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.
KP2MI menegaskan masyarakat umum juga dapat mengikuti program selama memenuhi persyaratan.
Lulusan perguruan tinggi mulai D3, S1 hingga S2 juga diperbolehkan mendaftar.
Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi pelaksanaan Batch 1 menunjukkan masih banyak masyarakat yang mengira program hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK.
Padahal tujuan utama SMK Go Global adalah menyiapkan calon tenaga kerja Indonesia agar mempunyai keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Pada Batch 1, jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 18.110 orang.
Program 2026 secara keseluruhan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas hingga sekitar 40 ribu peserta melalui dua batch.
Pembukaan Batch 2 dengan target 27.880 peserta menjadi bagian dari pemenuhan target tersebut.
Ada dua jenis utama pelatihan yang disiapkan bagi peserta.
Pertama adalah pelatihan bahasa.
Kemampuan bahasa menjadi salah satu keterampilan penting bagi calon pekerja migran karena setiap negara tujuan memiliki kebutuhan komunikasi yang berbeda.
Selain kemampuan bahasa sehari-hari, peserta juga perlu memahami istilah maupun pola komunikasi yang digunakan di lingkungan pekerjaan.
Pelatihan kedua adalah peningkatan kompetensi sesuai sektor pekerjaan.
Beberapa sektor yang menjadi bagian dari program antara lain kesehatan, hospitality atau perhotelan dan layanan, pertanian serta transportasi.
Jenis pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja maupun peluang penempatan yang tersedia.
Program ini bukan berarti peserta yang selesai pelatihan otomatis langsung diberangkatkan bekerja ke luar negeri.
Peserta tetap harus mengikuti proses penempatan sesuai ketentuan, memenuhi persyaratan negara tujuan dan sesuai kebutuhan atau job order yang tersedia.
Karena itu, pelatihan sebaiknya dipahami sebagai proses peningkatan kesiapan dan daya saing calon pekerja.
KP2MI juga menegaskan bahwa Batch 2 dibuat lebih mudah dari sisi persyaratan awal.
Pada pendaftaran kali ini, calon peserta tidak lagi diwajibkan mempunyai kartu pencari kerja atau AK-1.
Pendaftaran dilakukan melalui kanal yang disediakan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP3MI.
Masyarakat yang berminat disarankan mengikuti informasi langsung dari KP2MI maupun BP3MI di wilayah masing-masing.
Hal tersebut penting karena tingginya minat bekerja di luar negeri sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan proses keberangkatan yang tidak resmi.
Peserta harus memastikan pelatihan, proses penempatan serta informasi lowongan berasal dari lembaga resmi dan perusahaan yang mempunyai izin.
Calon pekerja juga perlu memahami kontrak kerja, negara tujuan, jenis pekerjaan, besaran penghasilan, biaya yang menjadi tanggungan serta mekanisme perlindungan sebelum menyetujui penempatan.
Pemerintah mendorong pekerja migran Indonesia berangkat melalui jalur prosedural agar mempunyai perlindungan hukum yang lebih jelas.
Selain keterampilan teknis, calon pekerja perlu memiliki kemampuan beradaptasi, disiplin dan kesiapan mental untuk bekerja di lingkungan budaya yang berbeda.
Program SMK Go Global diharapkan dapat menjadi salah satu pintu untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sebelum memasuki pasar global.
Bagi lulusan SMK maupun perguruan tinggi yang tertarik, masa pendaftaran masih berlangsung sampai 31 Oktober 2026.
Peserta sebaiknya tidak menunggu menjelang penutupan untuk mencari informasi dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.
***