Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Sering Terbebani Utang? Amalkan 4 Doa yang Diajarkan Nabi Ini

Sering Terbebani Utang? Amalkan 4 Doa yang Diajarkan Nabi Ini

03 November 2026 | 13:15

Keboncinta.com — Utang dan dosa merupakan dua perkara yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim. Dosa berkaitan dengan tanggung jawab manusia kepada Allah SWT, sedangkan utang menyangkut amanah dan hak orang lain yang wajib ditunaikan.

Dalam Islam, umat dianjurkan untuk senantiasa berdoa agar dijauhkan dari perbuatan maksiat, kesulitan hidup, serta beban utang yang memberatkan. Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah doa yang berisi permohonan perlindungan dari sifat malas, kesedihan, kesalahan, hingga kesulitan melunasi utang.

Namun, doa tidak boleh dipisahkan dari ikhtiar. Seseorang yang ingin terbebas dari utang perlu berusaha mengatur keuangan, bekerja dengan cara halal, dan memiliki komitmen untuk melunasi kewajibannya.

Ketika berdoa, seorang muslim hendaknya melakukannya dengan ikhlas, memuji Allah SWT, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta tidak tergesa-gesa dalam mengharapkan terkabulnya permohonan.

Pentingnya Menunaikan Utang dalam Islam

Islam tidak melarang aktivitas utang-piutang selama dilakukan sesuai ketentuan syariat. Bahkan, memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan termasuk bentuk kepedulian dan tolong-menolong.

Meski demikian, kewajiban membayar utang merupakan amanah yang harus ditunaikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 283:

وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًا فَرِهَٰنٌ مَّقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ

Artinya: "Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya."

Ayat tersebut menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan dalam transaksi utang-piutang. Orang yang menerima pinjaman berkewajiban menunaikan amanah dengan membayar utangnya sesuai kesepakatan.

Baca Juga: Adab Berutang dalam Islam yang Perlu Dipahami Sejak Dini 

4 Doa agar Terhindar dari Dosa dan Lilitan Utang

Berikut empat doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan Allah SWT dari dosa, kesulitan hidup, dan beban utang.

1. Doa Memohon Kecukupan dengan Rezeki Halal

Doa pertama berisi permohonan agar Allah SWT mencukupkan kebutuhan melalui rezeki yang halal dan menjauhkan seseorang dari perkara haram.

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allahummak-finii bi halaalika 'an haraamika, wa aghninii bi fadhlika 'amman siwaak.

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu."

Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Dalam riwayat tersebut, terdapat seseorang yang mengalami kesulitan membayar kewajiban untuk membebaskan dirinya. Ali kemudian mengajarkan doa yang pernah disampaikan Rasulullah SAW.

Doa ini mengandung pelajaran bahwa kecukupan rezeki seharusnya dicari melalui jalan yang halal. Seorang muslim juga dianjurkan untuk menggantungkan harapan kepada pertolongan Allah SWT.

2. Doa Berlindung dari Kesedihan dan Lilitan Utang

Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari berbagai keadaan yang dapat melemahkan kehidupan seseorang, termasuk kesedihan, kemalasan, sifat kikir, dan tekanan utang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia."

Doa ini dikenal sebagai salah satu doa Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadis sahih. Kandungannya tidak hanya berkaitan dengan utang, tetapi juga berbagai sifat dan keadaan yang dapat menghambat seseorang menjalani kehidupan dengan baik.

3. Doa Memohon Ampunan dan Perlindungan dari Utang

Doa ketiga memuat permohonan perlindungan dari kemalasan, usia lanjut yang melemahkan, dosa, utang, fitnah kubur, serta berbagai ujian kehidupan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal kasali wal harami wal ma'tsami wal maghrami, wa min fitnatil qabri wa 'adzabil qabri, wa min fitnatin naari wa 'adzabin naari, wa min syarri fitnatil ghina, wa a'udzu bika min fitnatil faqri, wa a'udzu bika min fitnatil masihid dajjal. Allahummaghsil 'anni khathayaya bima'its tsalji wal baradi, wa naqqi qalbi minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa ba'id baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, usia lanjut yang melemahkan, dosa, dan utang. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dan siksa kubur, fitnah dan siksa neraka, serta keburukan fitnah kekayaan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Doa Terhindar dari Utang Doa Rasulullah Amalan Harian Islam

Komentar Pengguna