Doa tersebut diriwayatkan dalam Shahih Bukhari. Kandungannya mengajarkan seorang muslim untuk memohon ampunan sekaligus perlindungan dari berbagai ujian, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun akhirat.
Baca Juga: Ngerinya Dosa Hutang yang Dibawa Mati
Doa keempat merupakan permohonan singkat agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam menghadapi berbagai urusan.
اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ
Latin: Allahumma yassir walaa tu'assir.
Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah dan jangan Engkau persulit."
Doa ini sering diamalkan ketika seseorang menghadapi pekerjaan atau urusan yang terasa berat. Seorang muslim dapat membacanya sambil memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan jalan keluar.
Namun, doa ini sebaiknya tidak langsung dinisbatkan sebagai hadis khusus dari Rasulullah SAW tanpa keterangan sumber yang jelas. Kandungannya merupakan permohonan kebaikan yang dapat dipanjatkan kepada Allah SWT.
Mengamalkan doa agar terhindar dari dosa dan lilitan utang merupakan bentuk ikhtiar batin seorang muslim. Namun, usaha nyata tetap diperlukan agar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengutamakan pembayaran utang, menghindari pinjaman yang tidak diperlukan, mengatur pengeluaran, serta mencari penghasilan melalui pekerjaan yang halal.
Bagi seseorang yang sedang memiliki utang, kejujuran dan komitmen untuk membayar merupakan hal penting. Apabila belum mampu melunasi sesuai waktu yang disepakati, sebaiknya menyampaikan kondisi sebenarnya dan membicarakan kemungkinan penjadwalan ulang dengan pihak pemberi pinjaman.
Dengan demikian, doa dan ikhtiar perlu berjalan beriringan. Seorang muslim memohon pertolongan Allah SWT, sekaligus berusaha memperbaiki diri, menjauhi dosa, dan menunaikan amanah kepada sesama manusia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir