Khazanah
Hilmi An Naufal

Sekolah Singkawang Kembali Tatap Muka Penuh Mulai 28 September

Sekolah Singkawang Kembali Tatap Muka Penuh Mulai 28 September

28 September 2026 | 05:53

KEBONCINTA.COM — Pemerintah Kota Singkawang kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka penuh mulai Senin, 28 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara membaik, menyusul pembatasan kegiatan belajar akibat kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, menyampaikan keputusan tersebut pada Minggu, 27 September 2026. Menurutnya, hasil pemantauan kualitas udara menjadi dasar untuk mengembalikan kegiatan belajar di sekolah secara penuh.

Asmadi menyebut Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU pada 27 September berada pada angka 19 dengan kategori baik. Angka tersebut merupakan hasil pemantauan yang disampaikan sehari sebelum kebijakan berlaku, bukan pembacaan langsung kondisi udara pada Senin pagi.

Sebelumnya, kualitas udara Singkawang sempat memburuk hingga pemerintah menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran. Dalam beberapa hari terakhir, perbaikan kondisi udara membuka peluang bagi siswa untuk kembali mengikuti kegiatan sekolah secara normal.

Jenjang yang disebut dalam pengumuman meliputi PAUD, SD dan MI, SMP dan MTs, serta pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan lembaga kursus.

Meskipun pembelajaran kembali berlangsung penuh, Disdikbud meminta sekolah tetap memperhatikan kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kebersihan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi perhatian selama kegiatan belajar.

Asmadi juga mengingatkan bahwa kebijakan ini dapat berubah mengikuti perkembangan kualitas udara. Pemerintah akan terus memantau kondisi lingkungan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan BMKG.

Apabila kondisi udara kembali memburuk, pengaturan pembelajaran dapat dievaluasi demi keselamatan warga sekolah. Karena itu, keputusan kembali tatap muka tidak berarti pemantauan dampak kabut asap dihentikan.

Bagi orang tua, informasi dari sekolah masing-masing menjadi rujukan untuk memastikan jadwal masuk dan ketentuan kegiatan belajar. Pengumuman terbaru perlu diperhatikan apabila terdapat penyesuaian setelah kebijakan mulai berlaku.

Pemerintah berharap pemulihan kegiatan tatap muka membantu proses pembelajaran kembali optimal setelah sempat berlangsung dengan pembatasan. Pelaksanaan di sekolah tetap harus mempertimbangkan perkembangan kondisi lingkungan setempat.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna