KEBONCINTA.COM – Program Sekolah Rakyat terus diperluas di berbagai daerah di Indonesia. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 182 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi hingga September 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 24 titik berada di Provinsi Jawa Barat dan telah mendapatkan izin untuk beroperasi.
Fasilitas yang digunakan setiap Sekolah Rakyat saat ini masih berbeda-beda. Sebagian telah menempati bangunan permanen, sementara sebagian lainnya masih menggunakan gedung sementara.
Pemerintah menargetkan secara bertahap setiap kabupaten dan kota dapat memiliki bangunan permanen untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Namun pembangunan fasilitas bukan satu-satunya hal yang dipersiapkan pemerintah. Ketersediaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan yang membutuhkan pendampingan lebih intensif terhadap peserta didik.
Tenaga pendidikan mulai dari guru, wali kelas hingga wali asrama memiliki peran dalam mendampingi siswa selama mengikuti kegiatan pendidikan maupun kehidupan di lingkungan asrama.
Pendampingan dinilai penting mengingat peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan latar belakang serta kemampuan yang beragam.
Karena itu, tenaga pendidikan yang ditempatkan di Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan mendampingi siswa secara sosial dan emosional.
Program Sekolah Rakyat diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Dengan semakin bertambahnya jumlah Sekolah Rakyat, kesiapan fasilitas, guru dan tenaga pendamping menjadi faktor penting agar program dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik.